Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Aktivitas penataan stok pupuk bersubsidi. Foto ilustrasi:Istimewa

Aktivitas penataan stok pupuk bersubsidi. Foto ilustrasi:Istimewa

Penyaluran Pupuk Bersubsidi Capai 2 Juta Tom

Kamis, 26 Maret 2020 | 06:41 WIB

JAKARTA, investor.id –PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat realisasi penyaluran pupuk bersubsidi per 18 Maret 2020 telah mencapai 2.059.025 ton atau sekitar 25% dari total alokasi yang ditetapkan. Kementerian Pertanian (Kementan) telah menetapkan alokasi pupuk bersubsidi tahun 2020 sebanyak 7.949.303 ton dengan nilai Rp 26,3 triliun.

Penyaluran pupuk bersubsidi tersebut dilakukan melalui Pupuk Indonesia Holding Company, sebagai BUMN yang mendapat penugasan distribusi pupuk nasional.

“Pupuk Indonesia Grup memastikan proses distribusi pupuk bersubsidi kepada petani tetap berjalan lancar,” kata Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat seperti dilansir Antara di Jakarta, kemarin,

Realisasi penyaluran pupuk bersubsidi tersebut terdiri atas 977.253 ton urea, 631.684 ton NPK, 171.283 ton SP-36, 182.936 ton ZA, dan 95.869 ton organik. Per 19 Maret 2020, Pupuk Indonesia Grup juga menyediakan stok pupuk bersubsidi sebanyak 963.958 ton yang terdiri atas 497.274 ton urea, 223.963 ton NPK, 85.910 ton SP-36, 103.653 ton ZA, dan 53.159 ton organik.

Total stok tersebut lebih dari 3 kali lipat di atas ketentuan yang sebesar 274.931 ton.

Sebelumnya, Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia Wijaya Laksana menjelaskan pihaknya juga menyiapkan alokasi stok pupuk nonsubsidi di kioskios resmi untuk mengantisipasi permintaan pupuk dari petani yang tidak tercantum dalam Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). Upaya ini dilakukan setelah imbauan dari Kementan terkait antisipasi kebutuhan petani yang tidak tercantum dalam RDKK dan tidak memperoleh alokasi pupuk bersubsidi. Stok pupuk nonsubsidi di level kios disiapkan minimal 200 kilogram.

Di sisi lain, PT Pupuk Indonesia (Persero) tetap menjaga kinerja para produsen pupuk meliputi produksi, ketersediaan stok, hingga kelancaran distribusi pupuk bersubsidi di tengah pandemi Virus Korona jenis baru (Covid-19). Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat mengatakan bahwa produksi di pabrik-pabrik milik Pupuk Indonesia Grup masih dapat terjaga.

Sepanjang Januari-akhir Februari 2020, total produksi Pupuk Indonesia Grup telah mencapai 2 juta ton atau setara 108% dari target periode yang sama sebesar 1,89 juta ton.

Produksi pupuk dilakukan anak perusahaan yakni PT Pupuk Kujang Cikampek, PT Pupuk Kaltim, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, PT Iskandar Muda Aceh dan PT Petrokimia Gresik. Pupuk Indonesia menargetkan produksi pupuk 2020 sebesar 12,65 juta ton.

Guna menjaga performa itu, Pupuk Indonesia Grup telah menjalankan sejumlah langkah pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan operasional kerja dan pabrik di tiap anak perusahaan. (tl)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN