Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Beras Bulog. Foto  IST

Beras Bulog. Foto IST

Perum Bulog-Grab Indonesia Penuhi Kebutuhan Pangan Berkualitas

Ridho Syukra, Kamis, 7 November 2019 | 21:49 WIB

JAKARTA, investor.id - Perum Bulog dan Grab Indonesia menandatangani Mou Kerjasama terkait pemenuhan kebutuhan pangan berkualitas dan terjangkau.

Direktur Komersial Perum Bulog Mansur dan Managing Director of Grab Indonesia Neneng Goenadi menandatangani Mou Kerjasama tersebut di Gedung Smesco, Jakarta, Kamis (7/11/2019) yang juga disaksikan oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Presiden Direktur Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata.

Kerjasama ini dilakukan untuk memperlancar pasokan pangan khususnya beras yang berkualitas dan terjangkau kepada para pemegang kepentingan Grab termasuk agen Grabkios,mitra pengemudi Grab dan Masyarakat Umum.

Direktur Komersial Perum Bulog Mansur mengatakan sebagai bagian dari komitmen Bulog untuk memastikan ketahanan pangan maka pihaknya bangga bisa bekerjasama dengan Grab untuk mendistribusikan pangan kepada pemangku kepentingannya serta memperkuat kerjasama dengan salah satu start up top nasional.

“ Bulog berharap dengan partisipasi dalam ekonomi digital bisa meningkatkan daya saing dan nilai tambah perusahaan,” ujar dia di Jakarta, Kamis (7/11).

Dengan jumlah jaringan gudang yang mencapai lebih dari 1.400 unit yang tersebar di wilayah Indonesia, Bulog telah menjadi bagian dari kekuatan nasional untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional dalam hal ketersediaan, keterjangkauan dan stabilisasi harga.

Melalui ekosistem digital, Grab Indonesia juga telah berkontribusi dalam pembangunan sosial dan ekonomi Indonesia yaitu dengan menciptakan lapangan pekerjaan, mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah dan ekonomi kreatif.

Sampai saat ini, sudah terbentuk agen grabkios sebanyak 2,6 juta warung yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan supply chain di era modern tidak lagi berbentuk chain namun sebuah networking.

BUDI WASESO, Direktur Utama Perum Bulog. Foto:  Investor Daily/EMRAL
BUDI WASESO, Direktur Utama Perum Bulog. Foto: Investor Daily/EMRAL

“Atas dasar tersebut, kami optimistis bahwa sinergi antara jaringan gudang Bulog dengan Grab Indonesia akan membawa manfaat besar bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar dia.

Ia mengatakan Perum Bulog memastikan tidak akan mengimpor beras pada tahun 2020 karena pasokan beras mencukupi, hingga 31 Oktober 2019 stok beras Bulog sudah mencapai 2,2 juta ton.

Beras merupakan komoditas strategis yang wajib dipenuhi, tahun depan akan akan ancaman kekeringan sehingga sulit produksi tetapi konsumen tidak perlu khawatir karena pasokan beras menumpuk.

“ Kami berkomitmen tidak akan impor beras untuk tahun depan dan harus dipegang kuat komitmen tersebut,” ujar dia.

Dampak dari impor beras adalah membuat petani malas bertani dan Bulog berupaya untuk mencegah hal tersebut.

Ia mencontohkan di Aceh saja, Persediaan beras sudah mencapai 23 ribu ton dan aman digunakan dalam jangka panjang.

Beras yang sudah ada di gudang perum Bulog untuk memenuhi ketersediaan pangan nasional dan harus dijamin kualitasnya.

Beras merupakan pangan yang cukup sensitif dan Bulog tidak akan main main untuk menjaga urusan beras.

“ Beras ini termasuk prioritas dan harus dijaga sebaik mungkin jangan sampai harganya naik tajam,” ujar dia.

Daging asal Brasil

Sebelumnya, Bulog juga batal mengimpor daging asal Brasil sebanyak 30 ribu ton karena pasokan menumpuk.

Jika kebutuhan sudah mencukupi maka mengimpor merupakan opsi kedua dan digunakan sebagai cadangan.

Sesuai dengan penugasan presiden, Bulog harus menjaga harga pangan di tingkat produsen dan konsumen, pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP),dan importasi pangan merupakan opsi paling terakhir.

Ia menjelaskan Bulog pusat dan daerah terus berkoordinasi tujuannya untuk membangun komunikasi agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan.

Jika terus impor maka tidak akan tercipta kedaulatan pangan karena cita-cita Indonesia adalah mewujudkan kedaulatan pangan.

Kedaulatan pangan yang teratur menggambarkan kondisi negara yang maju dan tentunya sejahtera.

“Bulog memang mempunyai tugas dan tanggung jawab cukup berat tetapi harus dijalankan untuk kebaikan negara,” ujar dia.

Ia menjelaskan Perum Bulog di daerah sudah mempunyai peran masing masing jadi intinya hanya koordinasi.

Manfaat ekonomi digital

Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan dengan mendukung warung, maka bisa membangun ekonomi Indonesia dan semua orang sudah merasakan manfaat dari ekonomi digital.

Seremoni pencet tombol transformasi Kudo menjadi GrabKios dan pengumuman Hari Warung Nasional di Jakarta, Kamis (7/11).
Seremoni pencet tombol transformasi Kudo menjadi GrabKios dan pengumuman Hari Warung Nasional di Jakarta, Kamis (7/11).

Dengan grabkios, pihaknya tidak hanya ingin memberdayakan warung tetapi juga menjadikan mereka sebagai titik akses yang memungkinkan banyak masyarakat mengakses produk digital, layanan keuanganm asuransi.

“Kami optimistis akan terbukanya peluang untuk membawa perubahan hingga pelosok Indonesia dengan salah satu visinya  Grab for Good,” ujar dia.

Ia berharap kerjasama dengan Perum Bulog dan Grab indonesia bisa mewujudkan ketahanan pangan.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA