Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Food estate di Sumba.

Food estate di Sumba.

Presiden Optimistis NTT Bakal Jadi Lumbung Pangan

Selasa, 23 Februari 2021 | 11:58 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

SUMBA TENGAH, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis  lumbung pangan (food estate) yang akan dibangun di Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dapat berkontribusi positif bagi pengembangan ketahanan pangan nasional.

Optimisme itu diungkapkan Presiden Jokowi usai meninjau lumbung pangan di Sumba Tengah, Kabupaten Sumba Barat, NTT, Selasa (23/2/2021).

“Saya rasa kalau ini kita kerjakan, saya meyakini food Estate yang ada di Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, dan juga NTT akan bisa membangun sebuah ketahanan pangan yang baik untuk negara kita,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Joko Widodo meninjau food estate di Sumba., Selasa (23/2/2021). Foto:  Investor Daily/Primus Dorimulu
Presiden Joko Widodo meninjau food estate di Sumba., Selasa (23/2/2021). Foto: IST

Ia mengatakan pola pengembangan lumbung pangan akan diterapkan juga di berbagai daerah di Tanah Air, sehingga setiap daerah memiliki ketersediaan pangan yang cukup. 

Peresiden Jokowi mengatakan, saat ini pemerintah baru mempersiapkan lahan seluas  5.000 hektare untuk ditanami padi dan jagung. Dari lahan seluas itu, 3.000 hektare (ha) ditanami padi dan 2.000 ha ditanam jagung.

“Tapi, ke depan akan diperluas lagi hingga mencapai 10.000 hektare,  yang nantinya dibagi menjadi 5.600 hektare untuk padi dan 4.400 hektare untuk jagung,” jelas Presiden Jokowi.

Ia mengatakan, perluasan dilakukan karena tingkat kemiskinan  di Kabupaten Sumba Tengah mencapai 34%, panen padi hanya sekali setahun. Namun, lanjutnya, kendala yang dihadapi adalah ketersediaan air.

“Kita ingin mengelolah agar setahun bisa 2 kali panen padi dan sekali panen jagung atau kedelai. Problemnya adalah memang masih di seluruh NTT sama, yaitu masalah air. Memang kuncinya ada di air,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi mengatakan, pada  tahun 2015 dan tahun 2018, pemerintah telah membangun sumur bor dan embung yang mengarah  ke sawah.  Namun, keberadaan sumur bor dan embung belum dapat memenuhi kebutuhan air untuk persawahan. 

“Tadi, Pak Bupati masih minta tambahan lagi, Pak Gubernur juga minta dibuatkan satu bendungan untuk di Kabupaten Sumba Tengah dan sekitarnya. Saya sudah perintahkan Pak Menteri PUPR untuk dilihat kemungkinan dibangun waduk atau bendungan,  kemudian tambahan untuk embung dan juga sumur bor, diikuti dengan nanti Kementerian Pertanian untuk membantu kekurangan-kekurangan alsintan (alat mesin pertanian), terutama traktor sangat dibutuhkan di sini sangat,” kata Presiden Jokowi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN