Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Produksi Bibit Cabai Merah Keriting Terkendala Cuaca

Rabu, 18 Maret 2015 | 13:58 WIB
ah

JAKARTA – Kalangan pengusaha hortikultura yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Perbenihan Hortikultura Indonesia (Hortindo) menyatakan produksi bibit cabai merah keriting pada saat ini tersendat karena terserang virus yang disebabkan tingkat curah hujan tinggi.

 

Ketua Hortindo Afrizal Gindow menjelaskan penurunan produksi benih tanam cabai menyebabkan harga bibit naik sekitar 10%, sehingga akan memacu kenaikan harga komoditas tersebut di pasar. Saat ini harga rata-rata bibit cabai merah keriting untuk kualitas bagus berkisar antara Rp 80-90 ribu per 10 gram.

 

“Panen benih untuk bibit cabai merah keriting itu yang terbaik adalah saat musim kering, artinya ditanamnya di saat musim hujan. Kalau ditanam saat musim kering lalu panen saat musim hujan, panen akan banyak gagal karena terserang virus dan busuk,” ujar Gindow, saat diubungi wartawan dari Lombok, Selasa (17/3).

 

Menurut Gindow saat ini ketersediaan bibit cabai merah keriting sudah berkurang karena produksinya tersendat. Kalau biasanya dalam setahun produksi bibit bisa mencapai 2 ton, katanya, maka tahun ini kemungkinan hanya berkisar 60-70%-nya.

 

Secara terpisah, Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri menuturkan harga bawang merah dan cabai merah keriting menunjukkan lonjakan signifikan. Padahal kedua komoditas tersebut dinilai cukup berperan terhadap inflasi.

 

Dia juga mengatakan lonjakan harga bawang dan cabai disebabkan oleh masalah cuaca, yakni curah hujan tinggi disejumlah daerah penghasil utama kedua komoditas itu. Biaya distribusi yang tak kunjung turun sejak harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik juga dituding turut menyumbangkan kenaikan harga sampai 20%.

 

“Terjadi tren lonjakan harga tinggi bawang merah dan cabai merah keriting. Ini akibat musim hujan yang menyebabkan adanya gagal panen di beberapa daerah produsen, seperti di Brebes. ,” jelas Abdullah.

 

Lebih lanjut Abdullah menjelaskan per Senin (16/3), harga cabai merah keriting di pasar Induk Kramatjati mencapai Rp 13 per kilogram (kg), sedangkan harga cabai rawit merah Rp 28 ribu per kg, cabai merah besar Rp 14 ribu per kg, cabai rawit hijau Rp 9 ribu per kg, bawang merah Rp 23 ribu per kg,  bawang putih Rp 14 ribu per kg dan kentang Rp 7 ribu per kg. (eme)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN