Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Ketua PR RI Rachmat Gobel saat bertemu petani  Sumba Barat Daya, dan melakukan panen padi dengan pupuk non-subsidi. Senin (5/4/2021). Foto: BeritasatuPhoto/Primus Dorimulu

Wakil Ketua PR RI Rachmat Gobel saat bertemu petani Sumba Barat Daya, dan melakukan panen padi dengan pupuk non-subsidi. Senin (5/4/2021). Foto: BeritasatuPhoto/Primus Dorimulu

Rachmat Gobel Panen Padi Non-Subsidi di Sumba

Senin, 5 April 2021 | 23:59 WIB
Primus Dorimulu (primus@investor.co.id)

SUMBA BARAT DAYA, investor.id  --  Produktivitas padi sawah dengan pupuk nonsubsidi mencapai 9-10 ton per ha.  Meski harga pupuk nonsubsidi 10% lebih tinggi dari pupuk subsidi, produktivias padi sawah dengan pupuk nonsubsidi dua kali lipat dari pada sawah dengan pupuk subsidi.

"Ini pilot project  kedua untuk sawah dengan pupuk nonsubsidi.  Pertama di Gorontalo dan kedua di Sumba Barat Daya. Ternyata, hasilnya sama bagusnya," kata Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel saat bertemu petani  Sumba Barat Daya,  Senin (5/4/2021).

 

Pada kesempatan yang sama, Rachmat melakukan panen padi dengan pupuk non-subsidi. Lahan yang dioleh dengan pupuk nonsubsidi baru 3 ha.

Ketua Kelompok Tani Dari Tanah Andreas Umbu Wosa mengatakan, produktivitas satu haktare mencapai 9,4 ton. "Produktivitas padi sawah kami biasanya maksimal 4,5 hingga 5  per ha," katanya.

Wakil Ketua PR RI Rachmat Gobel saat bertemu petani  Sumba Barat Daya, dan melakukan panen padi dengan pupuk non-subsidi. Senin (5/4/2021). Foto: BeritasatuPhoto/Primus Dorimulu
Wakil Ketua PR RI Rachmat Gobel saat bertemu petani Sumba Barat Daya, dan melakukan panen padi dengan pupuk non-subsidi. Senin (5/4/2021). Foto: BeritasatuPhoto/Primus Dorimulu

Pilot project sawah nonsubsidi, kata Rahmat, bisa terlaksana berkat kerjasama dengan PT  PT Pupuk Kaltim dan  Badan Urusan Logistik (Bulog).  Pupuk Kaltim tidak saja memberikan pupuk, melainkan juga insektisida untuk mencegah hama dan sejumlah solusi untuk meningkatkan kesuburan tanah.

Hadir pada panen padi nonsubsidi di Sumba Barat Daya ini anggota DPR dari Partai Nasdem Ratu Wulla Talu, Julie Sutrisno Laiskodat, dan Yakobus Jacki Uly. Hadir pula Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim Qomaruzzaman dan Direktur Human Capital Bulog Purnomo Sinar Hadi.

 

Gobel menyatakan, setiap berdialog dengan petani ia selalu menerima keluhan yang sama. "Saat musim tanam petani kesulitan pupuk subsidi dan bibit. Jika ada, harganya sudah mahal,"  katanya. Karena itu ia mencoba mencari solusi dengan menggandeng Pupuk Kaltim melalui pertanian tanpa pupuk subsidi. "Dengan hasil yang hampir dua kali lipat maka ini menguntungkan petani," katanya.

Keluhan lainnya, kata Gobel, di saat musim panen harga gabah jatuh. "Karena itu saya mengajak Bulog untuk bisa menyerap gabah petani agar harga terjaga," katanya.

Wakil Ketua PR RI Rachmat Gobel saat bertemu petani  Sumba Barat Daya, dan melakukan panen padi dengan pupuk non-subsidi. Senin (5/4/2021). Foto: BeritasatuPhoto/Primus Dorimulu
Wakil Ketua PR RI Rachmat Gobel saat bertemu petani Sumba Barat Daya, dan melakukan panen padi dengan pupuk non-subsidi. Senin (5/4/2021). Foto: BeritasatuPhoto/Primus Dorimulu

Namun untuk menaikkan posisi petani dan memudahkan pengadaan pupuk dan bibit serta penjualan gabah, Gobel meminta petani untuk membentuk koperasi. "Saya bantu modal awal Rp 100 juta," katanya, yang disambut petani dengan tepuk tangan.

Acara panen kemarin berlangsung dalam suasana gerimis dan berlangsung di tengah sawah. Lokasi persawahan harus melalui jalan naik-turun bukit serta jalan berbatu.

Wakil Ketua PR RI Rachmat Gobel saat bertemu petani  Sumba Barat Daya, dan melakukan panen padi dengan pupuk non-subsidi. Senin (5/4/2021). Foto: BeritasatuPhoto/Primus Dorimulu
Wakil Ketua PR RI Rachmat Gobel saat bertemu petani Sumba Barat Daya, dan melakukan panen padi dengan pupuk non-subsidi. Senin (5/4/2021). Foto: BeritasatuPhoto/Primus Dorimulu

Kunjungan kerja Gobel ke Sumba ini terus diguyur hujan, antara hujan lebat dan gerimis kecil. Hal ini berlangsung terus menerus. Sebelum acara panen terjadi hujan lebat, namun saat acara hujan gerimis kecil. Begitu rombongan bubar, hujan lebat kembali mengguyur. Kondisi serupa juga terjadi saat kedatangan ke Sumba pada Minggu kemarin.

Saat pesawat mendarat hujan reda, namun setelah rombongan meninggalkan bandara hujan lebat dan bandara tergenang sehingga ditutup. Bahkan jalan yang sudah dilewati kemudian digenangi banjir sehingga tak bisa dilewati lagi. Nusa Tenggara Timur sedang dilanda hujan terus menerus sehingga di sejumlah wilayah terjadi banjir bandang dan longsor yang menelan korban jiwa.

Wakil Ketua PR RI Rachmat Gobel saat bertemu petani  Sumba Barat Daya, dan melakukan panen padi dengan pupuk non-subsidi. Senin (5/4/2021). Foto: BeritasatuPhoto/Primus Dorimulu
Wakil Ketua PR RI Rachmat Gobel saat bertemu petani Sumba Barat Daya, dan melakukan panen padi dengan pupuk non-subsidi. Senin (5/4/2021). Foto: BeritasatuPhoto/Primus Dorimulu

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN