Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

RI Buka Peluang Ekspor Alpukat ke Jepang

Tri Listiyarini, Jumat, 12 Juli 2019 | 14:01 WIB

JAKARTA, investor.id-Jepang tertarik mengimpor aneka buah asal Indonesia, yang terbaru adalah alpukat. Untuk itu, proses perizinan ekspor alpukat ke Jepang diharapkan bisa lebih mudah mengingat negara tersebut tidak menghasilkan buah tersebut. Permintaan buah alpukat di Jepang selama lima tahun terakhir mencapai 74 ribu ton.

Atase Pertanian Indonesia Sri Nuryanti menerima perusahaan importir Jepang Great Giant Foods (GGF) Ltd yang berniat mengimpor buah segar asal Indonesia. Rencana tersebut disampaikan berdasarkan pangsa pasar yang besar di Jepang. "Kami  telah meminta Pemerintah Jepang menambah kuota ekspor pisang dan nanas menjadi 10 ribu ton dan 8.000 ton per tahun," ujar Nuryanti dalam pertemuan yang berlangsung di Tokyo, Jepang, Minggu (7/7), seperti dilansir situs resmi Kementerian Pertanian (Kementan).

Menurut Nuryanti, meski masih dalam proses, permintaan itu cukup besar peluangnya mengingat saat ini Jepang juga tertarik untuk mengimpor aneka buah asal Indonesia. "Buah alpukat ini merupakan permintaan baru yang akan kami sampaikan kepada Dirjen Hortikultura agar ditindaklanjuti dengan izin ekspor buah alpukat ke Jepang," katanya.

Nuryanti berharap proses perizinan ekspor lebih mudah untuk alpukat karena Jepang tidak menghasilkannya, sehingga tidak menimbulkan sensitivitas pada isu perlindungan petani domestik. Apalagi, selama ini Jepang dikenal sebagai negara yang memiliki syarat ekspor cukup rumit. "Untuk proses perizinan ekspor ini diharapkan tidak menimbulkan sensitivitas. Kalau izin ekspor buah mangga sih sudah memasuki tahap ketujuh dari 13 tahap yang ada. Beberapa waktu lalu MAFF juga mengirim surat konfirmasi hasil evaluasi JICA pada perlakuan mangga menggunakan Vapour Heat Treatment (VHT) di Indonesia," katanya.

Nuryanti juga berharap Dirjen Hortikultura Kementan segera melakukan pengajuan izin ekspor ke MAFF sebagai prosedur baku Evaluation for the Request from Exporting Country for Lifting a Ban on Plant Impor. "Sebagaimana yang telah diatur dalam Article 7.1 Plant Protection Act of Japan. Prosedur itu harus diajukan," katanya.

Sementara itu, Senior Manager Market Development Jepang Akira Kato menyampaikan bahwa buah alpukat memiliki peluang pasar yang lumayan  besar, mengingat kebutuhan masyarakat yang tampak terus meningkat. "Kami telah memperhatikan peluang pasar buah alpukat segar yang semakin meningkat di Jepang. Untuk itu, kami berharap Pemerintah Indonesia mengajukan izin ekspor buah alpukat agar prosedur karantina bisa segera dimulai," ungkap Akira Kato.

Permintaan alpukat di Jepang selama lima tahun terakhir mencapai 74 ribu ton. Angka sebesar itu termasuk paling luar biasa karena sebelumnya hanya 57 ribu ton. Sementara untuk akses impor, Jepang sendiri masih bergantung pada Amerika Serikat, Meksiko, Selandia Baru, Vietnam, Peru, dan Chili. "Tapi pada 2018 mulai datang dari Tiongkok dan Australia. Artinya, kalau kita perhatikan jenis buah yang dilarang masuk ke Jepang rasanya proses perizinan ekspor tidak akan serumit dan sepanjang buah mangga," kata Kato.

Sementara itu, Sales Manager Kentaro Ishizuka menekankan perlunya upaya dan kerja keras Pemerintah Indonesia untuk memperoleh tambahan kuota ekspor pisang dan nanas ke Jepang. "Untuk pisang dan nanas setiap tahun terus meningkat. Tentu kami berharap Indonesia terus berjuang memperoleh tambahan kuota ekspor pisang dan nenas. Apalagi kami punya kapasitas usaha dan jaringan pasar yang mapan di Jepang. Kami optimistis mau mengimpor lima kontainer alpukat segar setiap minggu," ujar dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN