Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Sawit Berperan Besar Bangun Daerah Terpencil

Senin, 27 Agustus 2018 | 11:39 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA- Pengurus Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menilai sawit mempunyai peran besar dalam membangun daerah terpencil di Indonesia.
 

Pernyataan itu disampaikan Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo dalam diskusi dengan pengurus Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) di Jakarta, Jumat (24/8).

Dalam diskusi tersebut KWI diwakili 9 Uskup Agung yang berasal dari berbagai daerah. Kegiatan ini dipandu Uskup Agung Samarinda Mgr Yustinus Harjosusanto.
 

Sementara dari Gapki hadir Wakil Ketua Umum III Gapki Susanto, Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono, Ketua Gapki Cabang Sumatera Selatan Harry Hartanto, Sekretaris III Gapki Pusat Steaven Halim, Susila Darma Wati dan Eko Tamba dari Sekretariat Gapki Pusat.
 

Sebagai industri strategis, kata Mgr Ignatius Suharyo, sawit terbukti mampu mendorong kesejahteraan masyarakat dan perkembangan daerah terpencil di Indonesia.

“Ini harus terus dibangun agar kesejahteraan masyarakat bisa terbangun secara merata di seluruh wilayah Indonesia,” katanya.
 

Dalam kesempatan itu KWI mengharapkan, dalam pengelolaan perkebunan sawit di Indonesia, perusahaan dapat memperhatikan berbagai persoalan penting terutama menyangkut hak ulayat serta fasilitas ibadah. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pentingnya pengelolaan kebun yang berwawasan lingkungan.
 

Menutup diskusi Mgr Ignatius Suharyo berkata, “Kami percaya bahwa yang diusahakan demi kemuliaan Tuhan dan kesejahteraan sosial rakyat Indonesia. Moga-moga segala usaha yang telah dilaksanakan dan rencana-rencana untuk meningkatkan kinerja perusahaan sungguh-sungguh menjadi berkah bagi seluruh rakyat Indonesia. Selamat melayani masyarakat!”
 

Harga TBS rendah

Sementara itu, Susanto mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi berbagai informasi yang disampaikan KWI mengenai berbagai isu yang berkembang di masyarakat terkait industri sawit.
 

Salah satu masukan penting yang disampaikan KWI adalah menyangkut keluhan masyarakat mengenai harga TBS yang rendah. Hal ini mengakibat masyarakat malas untuk mengelola kebunnya sehingga masyarakat tidak mempunyai penghasilan tetap.
 

“Kami akan terus menerus dan tidak pernah lelah untuk melakukan berbagai pembenahan dalam industri ini, agar harga TBS bisa membaik dan masyarakat yang mengandalkan hidupnya dari perkebunan sawit bisa sejahtera,” kata Susanto. (gor)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN