Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rosan Perkasa Roeslani. Foto: IST

Rosan Perkasa Roeslani. Foto: IST

Sektor Pangan Mampu Kurangi Pengangguran

Kamis, 19 November 2020 | 13:54 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com ) ,Novy Lumanauw (novy@investor.co.id) ,Tri Listiyarini

JAKARTA, investor.id -  Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani menegaskan, pembangunan sektor pangan harus diprioritaskan karena sektor pangan mampu mengurangi jumlah pengangguran terbuka, menyejahterakan masyarakat, dan mengentaskan kemiskinan.

Dia menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir, ekonomi Indonesia tumbuh sangat baik, sekitar 5% per tahun. Namun tahun ini, Indonesia memasuki masa pandemi Covid-19, sehingga mengalami goncangan dahsyat pada hampir semua sendi kehidupan.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 dan kuartal III-2020 mengalami kontraksi masing-masing 5,32% dan 3,49% (yoy), sehingga Indonesia memasuki resesi.

“Namun, pada kuartal IV, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) menunjukkan tren perbaikan,” tutur dia dalam acara Jakarta Food Security Summit (JFSS) Ke-5 yang diselenggarakan Kadin Indonesia secara daring di Jakarta, Rabu (18/11).

Ketua Pelaksana Jakarta Food Security Summit (JFSS) ke 5 Juan P Adoe, saat pembukaan secara daring di Jakarta, Rabu (18/11/2020). Foto: Investor Daily/David Gita Roza
Ketua Pelaksana Jakarta Food Security Summit (JFSS) ke 5 Juan P Adoe, saat pembukaan secara daring di Jakarta, Rabu (18/11/2020). Foto: Investor Daily/David Gita Roza

JFSS digelar selama dua hari (18-19 November). Acara ini menghadirkan para menteri Kabinet Indonesia Bersatu dan pejabat kementerian terkait, para pengurus Kadin, pakar pertanian, pengamat ekonomi chief executive of ficer (CEO) sejumlah perusahaan, serta utusan Food and Agriculture Organization (FAO).

Menurut Rosan, kontraksi pertumbuhan ekonomi telah meningkatkan pengangguran terbuka, yakni dari 5,23% pada Agustus 2019 menjadi 7,07% pada Agustus 2020. Kadin mengapresiasi langkah-langkah pemerintah dalam memitigasi dampak krisis kesehatan dan sosial ekonomi akibat Covid-19.

“Pemerintah di antaranya telah memberikan stimulus bantuan langsung tunai dan bansos, serta mempercepat penyaluran kredit usaha rakyat (KUR), termasuk KUR supermikro bagi ibu rumah tangga dan korban PHK,” ujar dia.

Pertumbuhan PDB Tanaman Pangan Kuartalan
Pertumbuhan PDB Tanaman Pangan Kuartalan

Langkah lain yang ditempuh pemerintah, kat Rosan, adalah merelaksasi angsuran pokok KUR, memberikan tambahan subsidi bunga KUR, memberikan insentif perpajakan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) beromzet di bawah Rp 4,80 miliar per tahun, merelaksasi dan merestrukturisasi kredit UMKM, serta memberikan stimulus bagi pekerja.

“Tapi itu akan makin sempurna apabila dibarengi dengan memprioritaskan pembangunan pangan, karena ini bisa mengurangi pengangguran juga,” ucap dia.

Ketua Umum Kadin Indonesia menambahkan, melalui JFSS ke-5 bertema Pemulihan Ekonomi Nasional untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Gizi, serta Meningkatkan Kesejahteraan Petani, Peternak, Nelayan, dan Industri Pengolahan, Kadin mengajukan konsep Inclusive Closed Loop (ICL) yang terbukti mampu meningkatkan produktivitas pangan dan kesejahteraan petani kelapa sawit dan cabai.

Program pendampingan petani oleh Kadin Indonesia
Program pendampingan petani oleh Kadin Indonesia

“Kadin berharap konsep ini dapat diterapkan untuk komoditas pangan lainnya sehingga bisa membantu menumbuhkan sektor pangan nasional,” ujar dia.

Rosan juga berharap kehadiran UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja makin memuluskan upaya pemulihan ekonomi nasional. UU Cipta Kerja merupakan suatu langkah besar dan terobosan menciptakan iklim usaha yang kondusif sehingga bisa meningkatkan arus investasi, menciptakan lapangan kerja, serta mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.  (ark/az)

Baca juga

https://investor.id/business/jokowi-sektor-pangan-butuh-inovasi

https://investor.id/business/rosan-sektor-pangan-dapat-diandalkan-untuk-jaga-stabilitas

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN