Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Industri Gula Tebu

Industri Gula Tebu

Stok Gula Akhir Tahun 916 Ribu Ton

Damiana Simanjuntak, Selasa, 13 Agustus 2019 | 15:17 WIB

JAKARTA, investor.id-Pemerintah memperkirakan, hingga akhir tahun ini, stok gula akan ditutup sebesar 916.300 ton atau lebih rendah dari 2018 yang tercatat sebanyak 1,14 juta ton. Angka itu masih bisa berubah sejalan perkembangan realisasi giling.

Berdasarkan evaluasi, produksi gula 2018 tercatat 2,17 juta ton, sebanyak 1,17 juta ton di antaranya adalah gula hasil tebu BUMN dan 998.250 ton lainnya merupakan hasil tebu petani. Lalu, ditambah produksi gula hasil pengolahan gula mentah (raw sugar) impor sebanyak 901.890 ton dan stok awal tahun sebesar 818 ribu ton. “Demikian taksasi awal neraca gula nasional 2019,” kata Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Kasdi Subagyono.

Dengan demikian, total ketersediaan gula nasional 2018 adalah 3,89 juta ton, sementara konsumsi gula nasional setahun 2,75 juta ton. Untuk 2019, taksasi awal perkiraan neraca gula nasional adalah produksi gula tebu ditaksir mencapai 2,51 juta ton, ditambah produksi gula hasil raw sugar sekitar 28,05 ton, ditambah stok awal sebesar 1,14 juta ton, diprediksi ada ketersediaan sebesar 3,67 juta ton. “Dengan konsumsi nasional setahun diperkirakan 2,75 juta ton, stok akhir tahun diprediksi sekitar 916.300 ton," kata Kasdi usai Rapat Dewan Ketahanan Pangan di Jakarta, Selasa (13/8).

Secara terpisah, Direktur Tanaman Semusim dan Rempah Ditjen Perkebunan Kementan Agus Wahyudi menambahkan, dengan taksasi awal neraca tersebut, diperkirakan kebutuhan gula nasional tabun 2019 aman. Bahkan, stok akhir tahun 2019 berperan menjaga kestabilan ketersediaan gula untuk 2020. "Kalaupun stok akhir 2019 diprediksi sekitar 916 ribuan ton, masih mencukupi sampai masuk musim giling tahun 2020,” kata dia.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA