Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Foto: IST

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Foto: IST

Strategi KKP Dorong Ekspor Produk Perikanan 2021

Selasa, 12 Januari 2021 | 10:28 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan peningkatan kualitas produk hasil perikanan untuk mendorong volume dan nilai ekspor tahun 2021.

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mencapai target tersebut berupa pembaruan alat uji,pengembangan sumber daya manusia hingga penguatan pengawasan.

Dengan pemutakhiran alat uji laboratorium,maka produk perikanan yang diekspor bebas virus dan patogen berbahaya yang dapat menganggu. Alat tersebut juga bisa dipakai untuk menguji produk perikanan yang masuk ke Indonesia.

Selama ini, KKP melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) melibatkan pihak ketiga untuk membantu pengecekan kualitas produk perikanan, salah satunya Universitas (Kampus), ke depannya. Ia berharap KKP lebih mandiri dalam menguji produk perikanan yang ada baik itu ekspor maupun impor.

“KKP harus mempunyai alat uji sendiri sebagai pembuatan keputusan dan jangan bergantung pada pihak ketiga,” ujar dia di Jakarta, Selasa (12/1).

Ia menambahkan peningkatan kualitas produk perikanan harus dimulai dari hulu, selain alat uji yang terbaru, tim BKIPM diminta untuk rutin turun ke lapangan untuk memastikan proses produksi di unit-unit pengolahan ikan berjalan sesuai standar.

Pemutakhiran alat uji hingga penguatan pengawasan in diakuinya sebagai bagian dari langkah strategis dalam menyasar pasar internasional karena hampir semua negara sudah menerapkan standar tertentu untuk produk perikanan yang masuk.

Ke depan, Indonesia butuh perluasan pasar karena KKP mendorong produksi perikanan budidaya untuk komoditas udang vaname,ikan dan rumput laut dan ia optimistis Indonesia bisa menjadi negara penghasil vaname terbesar mengalahkan India.

Kepala BKIPM KKP, Rina menjelaskan nilai ekspor tahun 2021 ditaksir mencapai US$ 6,05 miliar naik sekitar US$ 1 miliar dari tahun sebelumnya.

Sementara Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp 74,4 miliar, dengan adanya pemutakhiran alat uji dan penguatan pengawasan maka nilai yang dicapai bisa jadi lebih tinggi.

Produk perikanan yang keluar dan masuk Indonesia harus bebas dari 37 jenis penyakit ikan yang meliputi 23 jenis virus, 5 jenis bakteri, 3 jenis jamur dan 6 jenis parasit.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN