Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Sumbar Alokasikan Rp2,32 Miliar untuk Budidaya Perikanan

Jumat, 22 Februari 2013 | 14:24 WIB
Antara

PADANG-Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengalokasikan dana sebesar Rp2,32 miliar bersumber dari APBD 2013 untuk membiayai pelaksanaan program dan kegiatan pengembangan budidaya perikanan.

Dana itu dialokasikan dalam pos anggaran Dinas Kelautan dan Perikanan selaku satuan kerja perangkat daerah (SKPD) pelaksana program terkait perikanan, kata Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno kepada Antara di Padang, Jumat (22/2).

Ia menambahkan, pada tahun anggaran 2013 dalam program pengembangan budidaya perikanan dilaksanakan lima kegiatan dengan kebutuhan anggaran total Rp2,32 miliar.

Dalam data Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPDMD) Sumbar tahun-I diketahui nilai produksi perikanan budidaya di provinsi ini mengalami pertumbuhan mencapai rata-rata 43,33 persen pertahun.

Pertumbuhan nilai produksi perikanan budidaya itu terdiri dari, budidaya ikan air tawar yang tumbuh 43,42 persen, budidaya ikan tambak tumbuh 22,81 persen dan budidaya ikan laut tumbuh 44,02 persen.

Ia merinci nilai produksi perikanan budidaya Sumbar dalam periode tahun I RPDMD yakni, untuk budidaya ikan air tawar di 2006 nilai produksi mencapai Rp606,8 miliar, 2007 tumbuh menjadi Rp644,3 miliar, 2008 tumbuh lagi menjadi Rp765,3 miliar dan 2009 tumbuh pesat menjadi Rp1,596,7 triliun.

Kemudian, pertumbuhan nilai produksi perikanan budidaya tambak Sumbar pada 2006 senilai Rp204 juta, 2007 turun menjadi Rp87 juta, 2008 berbalik naik menjadi Rp266 juta dan 2009 kembali turun menjadi Rp179 juta.

Berikutnya, pertumbuhan nilai produksi budidaya ikan laut Sumbar, dengan rincian pada 2006 senilai Rp677 juta, 2007 meningkat menjadi Rp1,702 miliar, 2008 turun menjadi Rp1,234 miliar dan 2009 tumbuh pesat menjadi Rp2,555 miliar.(*/hrb)

Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

BAGIKAN