Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Susi Pudjiastuti. Foto: IST

Susi Pudjiastuti. Foto: IST

Susi Lepaskan 37 Ribu Benih Lobster ke Habitat Asli

TL, Senin, 3 Juni 2019 | 10:42 WIB

BANYUWANGI – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti didampingi Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nilanto Perbowo dan Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP Brahmantya S Poerwadi pada Sabtu (1/6) memimpin pelepasliaran 37 ribu benih lobster (BL) di perairan Taman Nasional Pulau Menjangan Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim).

BL tersebut terdiri atas 5.000 ekor jenis mutiara dan 32.000 ekor jenis pasir. Pelepasliaran dilakukan bersama jajaran Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (KIPM) Surabaya I, Wilker KIPM Banyuwangi, Kepolisian dan TNI AL setempat, serta Basarnas. BL tersebut merupakan hasil pengamanan dalam operasi gabungan Unit Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim bersama Petugas Balai KIPM Surabaya I di Jl KH Mashum Achmad, Tanggulangin, Sidoarjo, pada Kamis (30/5).

Sebelumnya, Jumat (31/5), Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera mengungkapkan, penggagalan penyelundupan melalui penggrebekan gudang penyimpanan BL ini bermula dari informasi masyarakat. Pihaknya kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Sebenarnya kami sudah lama pantau pergerakannya,” kata Frans.

Frans melanjutkan, gudang tersebut digunakan untuk menampung sementara (tempat transit) BL selundupan yang akan dikirim ke luar negeri. Terkait penyelundupan BL yang telah dikemas dalam kantong plastik tersebut, petugas gabungan mengamankan tujuh orang tersangka di antaranya HB (32) warga Jakarta, TS (28) warga Subang, ART (20) warga Ciputat, DAL (24) warga Tasikmalaya, WP (24) warga Subang, MAA (29) warga Lubuk Lingau, dan ES (30) warga Subang.

Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti yang digunakan untuk mengemas BL seperti pompa air, mesin pendingin, tabung oksigen, dan kotak stirofoam kosong.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai KIPM Surabaya I Muhlin mengatakan, pelarangan penangkapan dan/atau pengeluaran benih lobster telah diatur dalam Permen KP No 56 Tahun 2016.

“Yang boleh ditangkap lobster yang tidak bertelur dan berbobot di atas 200 gram per ekor. Kalau BL tadi kan jelas masih berukuran nol koma sekian gram, berarti tidak boleh. Kemudian memang dilarang menangkap dan memperjualbelikan BL untuk dibudidaya” jelas Muhlin.

Dengan adanya operasi ini, nilai kerugian negara yang berhasil diselamatkan adalah sekitar Rp 5,40 miliar. Dalam kegiatan pelepasliaran BL,

Menteri Susi menuturkan, BL selundupan tersebut diduga berasal dari daerah Jawa Barat dan Lombok NTB. Pelaku penyelundupan, lanjutnya, mengumpulkan dan membeli BL dari para pengepul untuk dijual ke luar negeri dengan harga yang sangat menggiurkan. Oleh karena itu, tak heran masih banyak ditemukan kasus penyelundupan.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA