Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada Rakernas Pertanian, Senin (11/1/2021). Sumber: BSTV

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada Rakernas Pertanian, Senin (11/1/2021). Sumber: BSTV

SYL: Kementan Selalu Minta Arahan Presiden Bangun Pertanian

Senin, 11 Januari 2021 | 12:07 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengungkapkan bahwa selama ini pihaknya selalu meminta arahan dari Presiden Joko Widodo untuk membangun pertanian.

Mentan SYL mengungkapkan hal tersebut dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian 2021 yang resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin (11/1/2021).

Dalam sambutannya, SYL menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Joko Widodo yang sudah datang dan hadir untuk membuka Rakernas Pembangunan Pertanian 2021.

Kehadiran Presiden Joko Widodo membuktikan bahwa negara memang hadir untuk mendukung sektor pertanian dan berada di garda terdepan untuk kesejahteraan petani.

Presiden Joko Widodo membuka Rakernas Pertanian, Senin (11/1/2021). Sumber: Setpres
Presiden Joko Widodo membuka Rakernas Pertanian, Senin (11/1/2021). Sumber: Setpres

Rakernas Pembangunan Pertanian 2021 merupakan pertemuan dalam rangka pembahasan program kerja Kementerian Pertanian 2021.Dalam Rakernas ini juga akan dilakukan Penandatanganan Mou antara Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN dan BKPM untuk memperkuat sektor pertanian.

Arah kebijakan pertanian Indonesia adalah pertanian maju, mandiri dan modern, dan tentunya mengoptimalkan sumber daya manusia yang dimiliki dan memanfaatkan kemajuan teknologi.

Program utama dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan dan nilai tambah ekspor adalah meningkatkan produktivitas pertanian dimana daerah yang mengalami defisit akan dikunjungi dan diberikan solusi.

Presiden Joko Widodo memberikan pidato dalam Rakernas Pertanian, Senin (11/1/2021). Sumber: BSTV
Presiden Joko Widodo memberikan pidato dalam Rakernas Pertanian, Senin (11/1/2021). Sumber: BSTV

Kemudian diversifikasi pangan lokal dimana setiap satu provinsi ada mempunyai satu pangan lokal yang menjadi kebanggaan, tidak hanya beras yang menjadi unggulan  tetapi produk pangan lokal lain harus didorong seperti Jagung.

Amanah Presiden Joko Widodo untuk memperkuat Food Estate terus dilakukan dan dipantau, secara perlahan, areal tanam akan terus diperluas dan ekspansi ke beberapa daerah. Pada intinya Food Estate masih menjadi fokus utama.
Kemudian terobosan lain adalah seribu desa perkebunan rumah tangga, setiap lahan rumah bisa dimanfaatkan untuk perkebunan.

Presiden Joko Widodo membuka Rakernas Pertanian, Senin (11/1/2021). Sumber: Setpres
Presiden Joko Widodo membuka Rakernas Pertanian, Senin (11/1/2021). Sumber: Setpres

“Banyak sekali program program di sektor pertanian yang akan kami lakukan dan semuanya harus mendapatkan dukungan dari Presiden,” ujar dia.  
Pemerintah juga akan menambah alokasi pupuk bersubsidi tahun ini menjadi 9 juta ton ditambah 1,5 juta liter pupuk organik cair, pada tahun 2020, alokasi pupuk bersubsidi mencapai 8,9 juta ton.

Kementerian Pertanian terus meminta arahan Presiden dan siap memperkuat sektor pertanian agar menjadi tulang punggung perekonomian.

Presiden Joko Widodo yang hadir dalam Rakernas mengatakan dalam kondisi pandemi Covid-19, sektor pertanian menempati posisi paling sentral, FAO sudah memperingatkan bahwa potensi terjadinya krisis pangan, dan hal ini perlu diantisipasi. “Distribusi pangan dunia menjadi terkendala dan diketahui, dalam minggu terakhir ini kedelai menjadi isu paling disorot,” katanya.

Presiden Joko Widodo membuka Rakernas Pertanian, Senin (11/1/2021). Sumber: Setpres
Presiden Joko Widodo membuka Rakernas Pertanian, Senin (11/1/2021). Sumber: Setpres

Presiden memaparkan bahwa Penduduk Indonesia mencapai 270 juta oleh sebab itu pengelolaan terkait pangan harus menjadi concern utama, pembangunan pertanian harus serius secara detail terutama yang berkaitan dengan komoditas pertanian yang impor seperti kedelai, jagung, gula, bawang putih beras.

Khusus untuk beras, kata Presiden, Indonesia sudah mengalami kemajuan karena sudah dua tahun tidak impor beras dan harus konsisten untuk tahun mendatang.

Menurut dia, urusan gula, kedelai, bawang putih harus menjadi catatan karena impornya masih jutaan ton dan dicarikan design yang baik agar bisa diselesaikan.

“Kita harus membangun kawasan economic scale tidak bisa kecil lagi makanya saya dorong pembangunan food estate agar rampung,” ujar dia.

Presiden Joko Widodo memberikan pidato dalam Rakernas Pertanian, Senin (11/1/2021). Sumber: BSTV
Presiden Joko Widodo memberikan pidato dalam Rakernas Pertanian, Senin (11/1/2021). Sumber: BSTV

Ia mengatakan paling tidak di Kalimantan Tengah dan Sumatera Utara, Food Estate-nya sudah rampung tahun ini, karena ini akan menjadi contoh dan jika sukses, provinsi lain bisa mencontohnya.

Problem dari dulu terkait masalah impor khususnya kedelai, lanjut Presiden, adalah petani tidak mau tanam karena harganya kalah dengan kedelai impor.

Menurut Presiden, kalau harga tidak competitive maka akan sulit untuk bersaing dan solusi untuk ini adalah lahan yang  luas agar bisa ditanami. Urusan pupuk dan benih memang penting tetapi yang lebih penting adalah menyediakan lahan luas.

“Bicara pupuk, setahun subsidi pupuk mencapai Rp 33 triliun, returnnya apa, apakah produksi naik atau bagaimana?. Angka ini besar dan harus dievaluasi.
Pembangunan pertanian harus skala luas atau economic scale dan teknologi pertanian dipakai sehingga harga pokok produksi bisa bersaing dengan impor,” kata Presiden.   

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN