Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Syahrul Yasin Limpo. Sumber: BSTV

Syahrul Yasin Limpo. Sumber: BSTV

PERAYAAN HARI PANGAN SEDUNIA,

SYL: Semua Pihak Terlibat Majukan Pertanian

Jumat, 16 Oktober 2020 | 21:38 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Pandemi Covid-19 memberikan makna yang berbeda bagi perayaan Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada 16 Oktober 2020, tantangan pangan semakin kompleks, peran petani dalam pemenuhan pangan bagi lebih dari 273 juta jiwa masyarakat Indonesia terus meningkat.

Meskipun dalam suasana yang berbeda, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengajak masyarakat agar dapat memberikan energi untuk berkontribusi bersama dalam menghadirkan sistem produksi hingga pola konsumsi pangan yang lebih bertanggung jawab.

“Hari Pangan Dunia tahun 2020 harus dirayakan dengan penuh semangat di suasana yang berbeda di tengah pandemi, dan berharap pertanian Indonesia semakin maju, mandiri dan  modern,” ujar dia di Jakarta, Jumat (16/10).

Sesuai dengan tema hari pangan dunia, Tumbuh, Pelihara dan Berkelanjutan, ia mendorong semua pihak termasuk dari tingkat keluarga untuk berperan dalam hal pangan melalui program Family Farming dan upaya ini diharapkan melahirkan Pahlawan baru di dunia pertanian.

Family Farming dapat mendukung gerakan diversifikasi pangan dan penguatan pangan lokal sebagai alternatif pangan non beras, ia juga menyampaikan apresiasi kepada para petani yang selama ini telah berperan menjadi pahlawan pangan.

“Siapa yang telah berjuang dan memberikan kekuatan dalam menyediakan pangan untuk negara yaitu petani dan mereka layak disebut pahlawan pangan,” ujar dia.

Perayaan Hari Pangan Dunia pada tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena pandemi Covid-19 dimana pandemi telah mempengaruhi industri agribisnis sehingga berpotensi menyebabkan kelaparan bagi jutaan manusia.
Kemungkinan besar sebanyak 132 juta orang di seluruh dunia bisa mengalami kelaparan atau krisis pangan karena pandemi.

Bahkan sebelum pandemi pun, sebanyak 2 miliar orang tidak bisa memperoleh akses untuk kecukupan makanan bergizi dan hampir 700 juta orang menderita kelaparan. Industri agribisnis atau pertanian pun merupakan kunci paling utama untuk mengatasi kelaparan karena pandemi ini.

Untuk merayakan hari pangan dunia tahun ini, FAO mengangkat tema “Tumbuh, Pelihara dan Berkelanjutan” dimana tema ini diambil untuk membangkitkan industri pertanian atau agribisnis dari pandemi dan bersama sama mencari solusi agar industri pertanian bisa tumbuh.

Perwakilan FAO Indonesia Victor Mol mengatakan dunia membutuhkan inovasi solusi dan tentunya kerjasama dari lintas sektor untuk mendorong industri pertanian bangkit. Pemerintah, pihak swasta dan masyarakat memiliki perannya masing masing dan inilah yang dibutuhkan untuk kekuatan pangan.

Perayaan hari pangan dunia ini juga memberikan kesempatan kepada para pejuang terutama petani yang memiliki peran besar terhadap rantai pasok makanan.

Meskipun pandemi masih  berlangsung tetapi para petani tetap berjuang dan bekerja untuk kekuatan pangan.

Perayaan hari pangan dunia tahun ini juga bertepatan dengan 75 tahun FAO, yang dibentuk pada 16 Oktober 1945. FAO juga fokus untuk mencegah kelaparan di seluruh dunia dan memastikan semua penduduk dunia mendapatkan gizi yang baik.

Sekarang FAO beranggotakan 130 negara di dunia dan terus aktif mengatasi kelaparan, krisi pangan dan menciptakan sektor pertanian yang berdaya saing.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN