Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petani sawit. Foto ilustras: IST

Petani sawit. Foto ilustras: IST

Tingkatkan Produktivitas Petani Swadaya, Tiga Perusahaan Sawit Luncurkan Progam Smile

Jumat, 16 Oktober 2020 | 10:54 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA- Tiga perusahaan terkemuka industri kelapa sawit yaitu Kao Corporation, Apical Group dan Asian Agri meluncurkan inisiatif baru di bidang keberlanjutan. Inisiatif ini ditujukan untuk membantu petani swadaya kelapa sawit dalam meningkatkan produktivitas, memperoleh sertifikasi internasional dan mendapatkan premi dari penjualan minyak sawit yang bersertifikat.

Inisiatif baru tersebut adalah Smallholder Inclusion for Better Livelihood and Empowerment/Smile yang merupakan program kolaborasi Kao Corporation sebagai produsen hilir, Apical Group sebagai midstream processor, eksportir dan trader dan Asian Agri sebagai produsen hulu.

Inisiatif yang akan berlangsung selama 11 tahun ini berupaya untuk membangun rantai nilai minyak sawit yang lebih berkelanjutan melalui kerjasama dengan petani swadaya karena petani swadaya telah  berkontribusi di atas 28% dari keseluruhan pasar minyak sawit di Indonesia.

Presiden Apical Group Datao’ Yeo How mengatakan kolaborasi ini dibentuk setelah melihat adanya kendala yang dialami petani swadaya, sebagai minyak nabati yang paling banyak digunakan di dunia, minyak sawit mempunyai berbagai jenis kegunaan seperti untuk makanan olahan, minyak goreng, bahan baku biodiesel dan bahan baku pembuatan deterjen.

Banyaknya fungsi sawit ini membuat produksi minyak sawit global dapat mencapai 75 juta ton per tahun dan diperkirakan akan mencapai 111,3 juta ton pada 2025.
Indonesia memberikan fokus yang lebih besar dalam meningkatkan produktivitas minyak sawit  dengan meminimalisir kebutuhan ekstensifikasi lahan pertanian yang ada yang bisa membantu menjaga ketahanan pangan tetapi juga bisa menyeimbangkan kebutuhan sosial, lingkungan dan ekonomi.

Kao Corporation, Apical Group dan Asian Agri melaksanakan aktivitas sesuai dengan kerangka kerja yang disediakan oleh RSPO dan memastikan penelusuran hingga ke perkebunan kelapa sawit untuk membangun rantai pasokan yang ramah secara lingkungan dan sosial.

“ Dalam industri kelapa sawit telah bergerak maju dengan skema sertifikasi nasional seperti ISPO dan internasional seperti RSPO dan Smile hadir untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan petani swadaya melalui kemitraan dan pemanfaatan pengalaman, ujar dia kepada Investor Daily, di Jakarta, Jumat (16/10).

Smile akan mengerahkan tim ahli yang berpengalaman luas di bidang manajamen perkebunan dan agronomi untuk bekerja dengan 5 ribu petani swadaya yang mengelola 18 ribu hektar perkebunan di provinsi Sumatera Utara, Riau dan Jambi.

Kegiatan Smile antara lain mengedukasi petani tentang cara meningkatkan produktivitas, mengelola perkebunan secara berkelanjutan dan pentingnya untuk tetap berkomitmen pada praktik berkelanjutan seperti kebijakan tanpa bakar, memberikan bantuan untuk sertifikasi RSPO, dan memberikan pelatihan tentang  cara menerapkan langkah langkah keamanan di perkebunan dan peralatan keamanan.

Peningkatan dan penyediaan peralatan ini akan dilaksanakan dari tahun 2020 hingga 2030 dengan tujuan membantu petani swadaya memperoleh sertifikasi RSPO di tahun 2030, setelah disertifikasi petani akan memenuhi syarat untuk menerima premium minyak sawit bersertifikat dengan rata rata 5% lebih tinggi dibandingkan minyak sawit yang tidak bersertifikat.

Editor : Komang (komang_99@yahoo.com )

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN