Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ikan kakap putih. Foto ilustrasi: manual.web.id

Ikan kakap putih. Foto ilustrasi: manual.web.id

TNC dan Perusahaan Perikanan Luncurkan Proyek Ikan Berkelanjutan

Damiana Simanjuntak, Rabu, 14 Agustus 2019 | 20:58 WIB

JAKARTA, investor.id -Sebanyak 12 perusahaan perikanan Indonesia dan internasional sepakat bersama The Nature Conservacy (TNC) meluncurkan proyek Fish Improvement Program (FIP) komprehensif. Proyek untuk komitmen keberlanjutan itu dilakukan guna menyelamatkan perikanan kakap dan kerapu di Indonesia.  Salah satunya adalah kerja sama mengurangi jumlah ikan kakap dan kerapu yang dipanen masih berumur pre-produktif.

Keduabelas perusahaan itu adalah Anova Food LLC, PT Bahari Biru Nusantara, CV Bali Sustainable Seafood, Beaver Street Fisheries Inc, PT Graha Insan Sejahtera, PT Kharisma Bintang Terang, PT Kelola Laut Nusantara, LP Foods Pte Ltd, Netuno USA Inc, Norpac Fisheries Export LLC, PT Solusi Laut Lestari, dan PT Sukses Hasil Alam Nusaindo.

Kerja sama itu diluncurkan dalam pertemuan anggota FIP di Jakarta, Rabu (14/8/2019). Dalam pertemuan tersebut, para anggota membahas komitmen untuk tidak hanya menghindari pembelian ikan muda. Tapi, juga membahas rencana jangka panjang untuk memonitor hasil tangkapan dan membentuk sebuah sistem persyaratan yang tangguh. Untuk memposisikan perikanan yang memenuhi standar keberlanjutan secara formal, seperti sertifikasi Marine Stewardship Council (MSC).

"Nelayan tradisional merupakan tulang punggung perikanan ini. Sekitar 70% dari nelayan Indonesia bergantung pada mata pencaharian ini untuk menghidupi mereka. Dengan bekerja sama dengan jaringan logistik seafood dan industri yang terlibat, kita dapat mengembangkan manajemen kuat dan menjaga industri yang berkelanjutan bagi para nelayan yang mengandalkan industri perikanan tersebut," kata Direktur Program Perikanan TNC Peter Mous di Jakarta, Rabu (14/8).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Bahari Biru Nusantara (Bahari Biru) Hadi Wijaja mengatakan, komitmen FIP diharapkan dapat mengubah tren pasar. Pasalnya, kata dia, selama ini pasar masih lebih memilih ikan berukuran kecil, sampai 1,5 kilogram (kg) per ekor. Menurut Hadi, dengan proyek FIP, tren bisa berubah sehingga ukuran ikan yang dipasok dan diminta pasar naik menjadi 1,8 kg per ekor.

Selama ini, kata Hadi, Bahari Biru mengekspor ikan kakap fillet ke Amerika Serikat sekitar 36 ton per bulan.

"Dengan proyek ini, kami berharap demand (permintaan) bisa berubah ke ukuran yang lebih besar. Memang, pasar kami menjadi terbatas atau berkurang. Tapi, dengan begitu menjadi lebih berkelanjutan. Karena itu, kami akan ekspansi untuk memperkuat bisnis. Selama ini, kami memasarkan ikan utuh dan fillet. Ke depan, kami akan lebih fokus ke fillet. Jadi, lebih sejalan mendukung proyek ini," kata Hadi.  

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA