Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tumiyana. Foto: IST

Tumiyana. Foto: IST

Berencana Masuk Pasar Modal

Widodo Makmur Perkasa Incar Pendapatan Rp 14 Triliun

Senin, 5 April 2021 | 11:54 WIB
Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

Jakarta, Investor.id – PT Widodo Makmur Perkasa (WMP) membidik pendapatan Rp 14 triliun pada 2021. Kini, WMP bergerak di enam lini bisnis dengan basis utama adalah peternakan sapi.

“Kami optimistis pasar di Indonesia masih menjanjikan. Kebutuhan pangan masih tinggi karena itu kami mengincar pendapatan Rp 14 triliun pada tahun ini,” ujar Chief Executive Officer (CEO) PT Widodo Makmur Perkasa (WMP), Tumiyana kepada Investor Daily, di Jakarta, baru-baru ini.

Dia menambahkan, pada 2020, WMP masih mencatat pertumbuhan pendapatan sekitar 16% dibandingkan 2019. Sedangkan tahun ini diperkirakan tumbuh sekitar 400%.

Tumiyana pernah mengatakan, potensi bisnis perunggasan juga menjanjikan mengingat pasar konsumsi protein hewani di Indonesia masih 12 kg per kapita, sedangkan banyak negara lain sudah di atas itu. Ke depan, adanya potensi peningkatan pendapatan per kapita di Indonesia berpeluang turut mendongkrak konsumsi protein hewani. Pihaknya juga mencermati permintaan yang naik di pasar luar negeri. 

“Ke depan kebutuhan pangan di Indonesia semakin meningkat. Dengan income per kapita meningkat, konsumsi per kapita meningkat. Lalu, dengan middle income naik, konsumsi per kapita protein naik,” kata Tumiyana.

Sementara itu, kata dia, untuk menambah modal dalam perluasan usaha, WMP berencana masuk ke pasar modal. Lewat dana murah dari bursa efek, ekspansi dapat terus digulirkan. “Kami optimistis pasar modal masih bagus. Banyak pelaku pasar yang hendak menginvestasikan uangnya lewat pasar modal,” tutur dia.

WMP memiliki enam lini bisnis dengan tulang punggung di bisnis peternakan sapi dan menyerap sekitar 3.000 pekerja hingga akhir 2021. Lini bisnis pertama, seperti dikutip dari laman WMP, livestock yang dilakoni lewat PT Pasir Tengah. Anak usaha ini memiliki kapasitas populasi 28 ribu ekor sapi dengan luas lahan peternakanan mencapai 140 hektare (ha).

Lini kedua adalah bisnis meat. Di lini ini WMP merangsek lewat lima perusahaan, yaitu PT Cianjur Arta Makmur (CAM) yang bergerak di bidang rumah potong hewan. Lalu, PT Sinar Daing Perkasa (SDP), PT Beef Food Indonesia (BFI), dan Red Beef yang bergerak sebagai penyuplai daing ke bisnis hospitality, pasar modern, kafe, dan restoran. Selain itu, PT Prima Widodo Makmur (PWM) yang bergerak dibidang produksi pangan olahan yang bersumber dari daging sapi dan ayam seperti baksos, sosis, dan naget ayam.

Lini bisnis ketiga adalah food. Di lini ini WMP memproduksi beras kualitas premium dan menengah. Lalu, lini keempat adalah poultry. Lini ini bergerak di bidang peternakanan unggas modern terintegrasi dengan kegaitan meliputi pengembangbiakan (breeding) yang menghasilkan telur bibit, penetasan yang menghasilkan day old chicken (DOC), feedmill yang menghasilkan pakan ayam hingga commercial farm yang menghasilkan ayam siap konsumsi (livebird).

Dua lini bisnis lainnya adalah properti dan capital. Khusus untuk lini bisnis capital, tengah dipersiapkan untuk bidang keuangan yang akan membantu para investor dalam menempatkan investasi yang sesuai agar memberikan keuntungan.

Editor : Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN