Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Keuangan PT Widodo Makmur Unggas, Wahyu Andi Susilo, (kedua dari kanan)

Direktur Keuangan PT Widodo Makmur Unggas, Wahyu Andi Susilo, (kedua dari kanan)

Widodo Makmur Unggas Berkomitmen Perluas Kemitraan UMKM

Kamis, 15 Oktober 2020 | 13:01 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Kemitran dengan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi strategi penting bagi PT Widodo Makmur Unggas (WMU) dalam memperluas skala bisnis. Bagaimana tidak, terdapat 62 juta usaha merupakan UMKM mencermikan 99% dari total pelaku usaha di Indonesia.

Mencermati potensi yang menjanjikan itu, WMU berkomitmen untuk terus menambah kemitraan dengan UMKM di Tanah Air.

Direktur Keuangan WMU, Wahyu Andi Susilo mengatakan saat ini pihaknya sudah memiliki lebih dari 10.000 UMKM.

"Tentunya kita akan terus menambah mitra UMKM yang akan kami bina bersama. Apalagi WMU juga punya misi untuk berkontribusi terhadap negeri dengan menjadi jembatan kesejahteraan petani dan peternak di Indonesia, dan UMKM tentunya sebagai salah satu penopang perekonomian bangsa,” urai Andi di Jakarta, Kamis (15/10/2020).

Lebih jauh WMU optimistis terhadap kemampuan Perseroan dalam melakukan pengembangan bisnis, terlebih tingkat daya beli masyarakat terus meningkat seiring tumbuhnya Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestik Product (GDP) setiap tahun. “Hal ini menjadi peluang bagi WMU untuk mengambil ceruk dalam industri peternakan terintegrasi,” urainya.

Di tahun 2020 GDP Indonesia per kapita sudah sekitar US$ 4.100 per kapita. Dengan peningkatan GDP itu menurut Andi maka konsumsi daging ayam terus naik setiap tahun. “Daging ayam adalah jenis daging yang paling diminati oleh orang Indonesia," papar Andi.

Untuk menjamin ketersediaan daging ayam, lebih lanjut kata Andi, keberadaan WMU menjawab peluang atas kebutuhan dan permintaan daging ayam dengan memiliki fasilitas rumah potong ayam terbesar di Indonesia, yang tentunya akan sangat bermanfaat untuk keberlangsungan pangan nasional. Melalui integrasi vertikal mendorong terbentuknya peluang pada setiap titik di dalam satu rangkaian proses bisnis.

Dikatakan WMU akan menjadi pemain yang patut diperhitungkan di Indonesia, karena Perseroan memiliki model bisnis yang berbeda nyata dibandingkan dengan pemain yang lainnya yang sudah jauh lebih lama ada di industri unggas. "Diferensiasi yang jelas dari WMU, dengan fokus utama pada penyediaan daging ayam" ujar Andi.

Sebagai perusahaan yang masih muda, penerapan manajemen perusahaan yang agile, memastikan Perseroan akan terus tumbuh dan berkembang, akan semakin banyak kepercayaan yang akan diterima dari para pelanggan dan mitra bisnis. Apalagi di tengah pandemi Covid-19, strategi khusus Perseroan justru akan semakin menguatkan kerja sama yang dilakukan serta menguatkan diferensiasinya sehingga semakin mengokohkan posisi Widodo Makmur Unggas di Indonesia.

Terkait tata kelolo perusahaan Andi memastikan WMU dikelola secara profesional oleh tim manajemen yang paham akan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). “WMU menciptakan operasi terstandarisasi berdasarkan kekuatan riset dalam menentukan genetika ternak terbaik, teknologi pakan dan pertanian, menerapkan bio-security dengan ketat dan memperhatikan kesejahteraan hewan (animal’s welfare) di peternakan,” imbuhnya.

Model bisnis ini menghubungkan berbagai produksi makanan untuk menciptakan rantai nilai, direplikasi di seluruh kategori produk di pasar target, dengan konsumsi protein didorong oleh pertumbuhan populasi, kondisi ekonomi dan preferensi masyarakat.

Sebagai catatan PT Widodo Makmur Unggas bergerak di bidang peternakan ayam terintegrasi vertikal. WMU memiliki unit-unit bisnis meliputi breeding farm, hatchery, commercial broiler farm, commercial layer farm, slaughterhouse, dan feedmill di beberapa lokasi fasilitas yang tersebar di Pulau Jawa.

 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN