Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Djoko Siswanto, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Foto: migas.esdm.go.id

Djoko Siswanto, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Foto: migas.esdm.go.id

18 Pemda Dukung Pembangunan Jargas

AYU, Jumat, 15 Maret 2019 | 00:23 WIB

JAKARTA – Sebanyak 18 pemerintah daerah (Pemda) berkomitmen mendukung pembangunan jaringan gas (jargas) rumah tangga yang dilakukan di wilayahnya. Dukungan ini ditunjukkan melalui penandatangan Nota Kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) tentang Penyediaan dan Pendistribusian Gas Bumi Melalui Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto mengatakan, pada tahun ini, pemerintah akan membangun jargas di 18 kabupaten/kota dengan total sambungan sebanyak 78.216 rumah. Pembangunan jargas ini akan didanai dengan APBN. Lantaran akan dibangun di kabupaten/ kota, maka diperlukan dukungan pemerintah daerah.

“Mengingat proses pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga ini merupakan kegiatan yang berdampak langsung kepada masyarakat, perlu didukung dengan adanya Nota Kesepahaman antara Ditjen Migas dengan pemerintah kabupaten/kota setempat,” kata dia dalam sambutannya di Jakarta, Rabu (13/3).

Pemerintah daerah yang meneken nota kesepahaman juga merupakan yang menjadi lokasi pembangunan jargas. Rincinya, di Kabupaten Aceh Utara akan dibangun 5.000 SR, Kota Dumai 4.300 SR, Kota Jambi 2.000 SR, Kota Palembang 6.000 SR, Kota Depok 6.230 SR, Kota Bekasi 6.720 SR, Kabupaten Karawang 2.681 SR, Kabupaten Purwakarta 3.765 SR, Kabupaten Cirebon 6.520 SR, Kabupaten Lamongan 4.000 SR, Kota Mojokerto 4.000 SR, Kabupaten Mojokerto 4.000 SR, Kabupaten Pasuruan 4.000 SR, Kabupaten Probolinggo 4.000 SR, Kabupaten Banggai 4.000 SR, Kabupaten Wajo 2.000 SR, dan Kutai Kartanegara 5.000 SR.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial menegaskan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam proyek jargas ini. Selama ini, kendala pembangunan jargas di lapangan yakni masalah sosial dan perizinan. Jika tidak ada dukungan pemerintah daerah dalam menyelesaikan masalah ini, maka pembangunan jargas akan sulit dilaksanakan.

“Jadi mohon dibantu, seperti untuk perizinan. Kemudian penggunaan lahan untuk fasilitas sosial, juga mohon bisa dibantu. Jadi jargas bisa langsung mengalir ke masyarakat,” tutur Ego.

Apalagi, tambahnya, jargas memberikan manfaat yang cukup besar bagi masyarakat. Dengan beralih dari menggunakan gas minyak cair (liquefied petroleum gas/LPG) ke jargas, masyarakat bisa menghemat biaya bahan bakar untuk keperluan rumah tangga hingga Rp 90-120 ribu per bulan.

“Infrastruktur energi itu memang banyak hambatannya. Jadi ke depan, dengan adanya kesepakatan seperti ini maka program ini semoga bisa direalisasikan 100%. Bahkan sebelum akhir tahun, semoga sudah jadi,” tegas Ego.

Walikota Palembang Harnojoyo menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung pembangunan jargas di wilayahnya. Pihaknya akan mempermudah perizinan, membantu sosialisasi, hingga memberikan perlindungan kepada masyarakat soal pemasangan jargas ini. “Karena ini kebutuhan kami juga,” kata dia.

Tak hanya itu, pihaknya juga siap membangun jargas dengan anggaran daerah. Pada 2019 ini, pihaknya menyiapkan anggaran Rp 21 miliar untuk menambah jargas sebanyak 1.000 sambungan. Karenanya, pihaknya berharap pembangunan jargas bisa dikerjasamakan dengan daerah sehingga bisa ditambah sambungannya.

“Jadi pengelolaannya bisa barengbareng. Kami butuhnya sampai 514 ribu sambungan,” ujar Harnojoyo.

Pembangunan jargas dengan dana APBN telah dilakukan Pemerintah sejak 2009. Hingga saat ini, total jargas yang terbangun dengan dana APBN sebanyak 325.773 SR yang terdistribusi di 40 kabupaten/kota di 16 provinsi. Sementara termasuk jargas yang didanai Pertamina dan PGN total sebanyak 486.229 SR. (*)

 
 

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN