Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

2018, Samindo Bidik Pendapatan US$ 255 Juta

Gora Kunjana, Kamis, 22 Maret 2018 | 09:02 WIB

JAKARTA - PT Samindo Resources Tbk (MYOH) membidik kenaikan pendapatan konsolidasi menjadi US$ 255 juta tahun ini, dibandingkan realisasi tahun 2017 mencapai US$ 188,1 juta. Ekspektasi kenaikan tersebut akan didukung atas peningkatan kontrak penambangan batubara yang ditangani perseroan.

 

Pendapatan perusahaan penyedia jasa pertambangan batubara terintegrasi ini dari jasa pertambangan batubara ditargetkan tumbuh sekitar 36% tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu.

 

“Peningkatan target volume penambangan batubara yang dibebankan klien akan menjadi faktor utama pendorong kenaikan pendapatan perseroan tahun 2018,” ujar Investor Relations Manager Samindo Ahmad Zaky Natsir melalui siaran pers diterima Investor Daily di Jakarta, Rabu (21/3).

 

Sebagaimana dalam kesepakatan yang telah ditandatangani perseroan dengan PT Kideco Jaya Agung adalah seluruh pertambangan batubara anak usaha Kideco akan ditangani Samindo mulai tahun ini.Perseroan bertanggung jawab untuk menyediakan empat layanan untuk Kideco, yaitu pemindahan lapisan tanah penutup batubara (overburden removal), produksi batubara, pengangkutan batubara, dan pemboran ekplorasi.

 

Penambahan kontrak kerja perseroan, menurut dia, mengindikasikan peluang kenaikan pendapatan seluruh segmen usaha perseroan tahun 2018. Dorongan positif kinerja juga diharapkan datang dari kontrak penambangan batubara dari grup Bayan. Di tambang milik Bayan group, perseroansudah memulai penambangan sejak pertengahan tahun 2017.

 

Menurut dia, Bayan membebankan kenaikan dua kali lipat untuk volume pengupasan batuan penutup batubara tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu mencapai 51,5 juta bcm.

 

“Kami melihat tahun 2018 menjadi titik balik, setelah dua tahun klien menahan tingkat produksinya. Seluruh klien telah mematok kenaikan volume produksi batubara tahun ini,” ungkapnya.

 

Selain dukungan pertumbuhan kontrak pemindahan tanah dan produksi batubara, dia menjelaskan, perseroan akan mendapatkan sumbangan positif dari outlook membaiknya harga jual batubara tahun ini. Indikasinya terlihat dari stabilnya harga jual batubara sepanjang 2017 dan diprediksi berlanjut hingga tahun ini. (hut)

BAGIKAN