Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

46 Negara Ikuti Pegelaran Wayang se-Dunia di Indonesia

Rabu, 21 Agustus 2013 | 16:15 WIB
Antara

JAKARTA - Sebanyak 64 kelompok seniman wayang dari 46 negara akan mengikuti pagelaran wayang sedunia yang disebut "Wayang World Puppet Carnival (WWPC) 2013" di Indonesia.

Ketua Umum Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Ekotjipto di Jakarta, Rabu, mengatakan merupakan hal wajar jika Indonesia menjadi rumah bagi wayang dunia mengingat wayang Indonesia telah ditetapkan sebagai Pusaka Budaya Dunia nonbenda (World Intangible Heritage) oleh UNESCO.
 
"Pertemuan para seniman wayang dunia seperti ini akan mendorong kemajuan dan perkembangan wayang itu sendiri sebagai Pusaka Budaya Dunia khususnya di Indonesia," ujar Eko.

Menurut Eko, dari 64 peserta, tercatat lima peserta asal Indonesia akan mengikuti pagelaran tersebut, di antaranya Cahyo Kuntadi, Hadi Sutikno, Apep Hudaya, Sigid Ariyanto dan Sihono.

Eko mengatakan, WWPC 2013 dapat disaksikan oleh masyarakat umum secara gratis di tiga tempat pagelaran utama yaitu Museum Nasional Jakarta, Teater Usmar Ismail Kuningan, Jakarta dan Lapangan Monas Jakarta Pusat.

"Pertunjukan akan digelar sejak 1-7 September 2013 di tiga tempat tersebut. Dan untuk panggung di Monas akan dipagelarkan wayang semalam suntuk sejak 3-7 September 2013," papar Eko.

Ia mengemukakan, PEPADI bekerja sama dengan Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD) dan promotor internasional Rod Petrovic serta Bravo Fest Agency untuk menyelenggarakan acara yang melibatkan 295 orang peserta ini.

Ketua dan Pendiri YAD Hashim Djojohadikusumo mengatakan bahwa sebagai anak bangsa, masyarakat Indonesia berkewajiban untuk ikut memelihara dan memastikan setiap pusaka budayanya hidup dan terpelihara.

Sementara Rod mengatakan bahwa sebetulnya ada sepuluh negara lain yang ingin hadir dan berpartisipasi dalam acara ini. "Namun karena anggaran yang harus dikeluarkan sangat besar, mereka tidak sanggup dan akhirnya tidak dapat hadir," ujar Rod.

Dalam hajatan ini penyelenggara menyediakan hadiah total US$28 ribu dan grand prizes dengan total US$10 ribu sebagai penghargaan kepada beberapa kategori terbaik. (gor/ant)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN