Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Boeing 737 Max 8 Dilarang Terbang, Presiden: Utamakan Keselamatan

(gor/ant), Rabu, 13 Maret 2019 | 16:02 WIB

JAKARTA-  Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya mengutamakan keselamatan penumpang terkait pelarangan pesawat jenis Boeing 737 Max 8 untuk terbang oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sementara waktu.

"Ya yang paling penting keselamatan, keamanan dari penumpang harus dinomorsatukan," kata Presiden Jokowi di JI-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu.

Menurut dia, keselamatan penumpang adalah faktor utama yang harus menjadi pertimbangan dalam dunia penerbangan.

Pernyataan itu disampaikan Presiden Jokowi untuk merespon pelarangan pesawat Boeing 737 Max 8 terbang untuk sementara waktu yang mana keputusan ini diambil sebagai imbas kecelakaan Ethiopian Airlines.

Kebijakan itu diambil oleh Pemerintah Indonesia sebagai upaya memastikan bahwa pesawat yang beroperasi di Indonesia dalam kondisi laik terbang.

Inspeksi dimulai pada 12 Maret 2019 dan selama masa inspeksi itu, pesawat Boeing 737 Max 8 yang dimiliki maskapai di Indonesia tidak boleh mengudara sementara waktu.

Kemenhub  sudah melakukan pengawasan untuk pengoperasian pesawat jenis Boeing 737-8 Max sejak 30 Oktober 2018 pasca-kecelakaan pesawat JT610 beberapa waktu lalu. Saat itu aturan yang berlaku adalah jika terjadi masalah atau temuan hasil inspeksi, pesawat langsung di-grounded di tempat.

Sebelumnya pesawat Ethiopian Airlines ET-AVJ jatuh dalam penerbangan rute Addis Ababa-Nairobi dengan semua penumpang tewas, salah satunya WNI.
Pesawat yang jatuh memiliki spesifikasi yang sama dengan Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Karawang beberapa waktu lalu. (ant/gor)

BAGIKAN