Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Digitalisasi SPBU Pertamina

Jumat, 22 Februari 2019 | 13:15 WIB

Bekerja sama dengan PT Telkom Tbk, Pertamina kini menerapkan digitalisasi di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) di seluruh Indonesia. Saat ini baru 500 SBPU, Februari ditargetkan 1.000, dan Juni 2019, digitalisasi di 5.500 SPBU akan tuntas.

Demikian dikemukakan Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Mas'ud Khamid kepada Beritasatu.com di Jakarta, Kamis (21/2/2019). Digitalisasi di SPBU dimaksudkan untuk mengetahui setiap perkembangan stok secara real time. Selain itu, dengan digitalisasi, kebocoran dan efisiensi di SPBU bisa terpantau dengan mudah.

Setiap satu liter BBM yang keluar dari SPBU, Telkom memperoleh Rp 15. "Setahun, Telkom mendapat bayaran dari Pertamina sekitar Rp 800 miliar," kata Mas'ud.

Menurut Mas'ud, Telkom sudah mulai mengenakan sistem digitalisasi untuk SPBU sejak tahun lalu. Dengan digitalisasi, posisi BBM di setiap SPBU bisa dipantai lewat handphone. Dengan mengetahui stok BBM real time, Pertamina akan lebih cepat memberikan respons.

Kecurangan di SPBU tak bisa lagi karena semua perkembangan stok terpantau lewat handphone detik demi detik. Mas'ud yakin, konsumsi BBM nasional yang kini 1,4 juta barel per hari akan lebih mudah dikendalikan. (*)

BAGIKAN