Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Impor Jagung dan Beras Turun

Oleh Damiana Simanjuntak dan Tri Listiyarini, Rabu, 14 Desember 2016 | 14:24 WIB

Dihubungi secara terpisah, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendardi mengatakan, Indonesia sejatinya telah berhasil mengurang impor jagung dan beras.


Sesuai perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada 2016 Indonesia tidak mengimpor beras. Apabila masih ada beras impor, itu merupakan realisasi atas rekomendasi yang diputuskan pada 2015.


"Untuk impor jagung, hingga saat ini sudah berkurang hingga 60%. Jadi sebenarnya impor enam komoditas pangan strategis itu justru menurun karena beras dan jagung,” ungkap Agung Hendardi, kemarin.


Menurut dia, Indonesia sudah mengarah pada komitmen kemandirian dan kedaulatan pangan. Komitmen tersebut mencakup pada peningkatan kesejahteraan petani.


Agung mengakui, upaya mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan terkendala sejumlah tantangan. Contohnya, target yang diinstruksikan Presiden Jokowi untuk pengairan sekitar 4 juta hektare (ha) lahan. Demikian juga mengenai harga yang harus memotivasi petani agar mau dan terus menanam.


Untuk mendongkrak produksi daging sapi, kata dia, ada kendala kurangnya populasi, belum lagi masalah kesehatan hewan. Untuk itu, Kementan meluncurkan program Sapi Induk Wajib Bunting (Siwab). Di sisi lain, terjadi perubahan konsumsi masyarakat, konsumsi beras di dalam negeri yang menunjukkan kecenderungan turun dalam tiga tahun terakhir. (bersambung)


Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/mentan-ri-mampu-lewati-ancaman-el-nino-la-nina/154087

BAGIKAN