Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Imunisasi Campak-Rubella Sudah Mencapai 87%

(gor/ant), Minggu, 13 Januari 2019 | 16:10 WIB

Kampanye imunisasi campak dan rubella yang dilakukan selama dua tahun, 2017-2018, telah mencakup 87,33%. Pelaksanaan imunisasi tersebut mencakup seluruh Jawa dan luar Jawa.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes dr. Anung Sugihantono M.Kes mengatakan, data cakupan imunisasi campak-rubella itu sifatnya dinamis. Artinya, Kemenkes masih menerima laporan cakupan imunisasi dari daerah. Cakupan imunisasi di semua kabupaten/kota di Jawa rata-rata di atas 100%.

“Cakupan imunisasi yang tinggi menjadikan kasus campak dan rubella di Jawa menjadi rendah,” ungkap dia dalam keterangan pers.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Direktorat P2P pada 15 Januari 2018, kasus campak dan rubella (Januari hingga Juli 2017) terbilang tinggi. Setelah dilakukan imunisasi, jumlah kasus campak dan rubella turun drastis. Sebagai contoh, pada Januari 2017 kasus campak di mencapai 449 orang dan rubella 147 orang. Kemudian, pada Juli 2017 ada 98 kasus campak dan 143 kasus rubella.

Penurunan kasus terjadi pada Agustus hingga Desember 2017, masing-masing 52 kasus campak dan 34 kasus rubella pada Agustus, sementara pada Desember kasus campak hanya 6 orang dan rubella hanya 3 orang. ‘’WHO apresiasi capaian tersebut. Secara totalitas untuk Indonesia meski belum 95%, tapi dalam periode dua tahun mencapai 87,33 persen patut diapresiasi,’’ kata dr. Anung.

Sayangnya, cakupan imunisasi di luar Jawa baru mencapai rata-rata 72,79%, bahkan masih ada provinsi dengan cakupan kurang dari 50%, yakni Aceh, Sumatera Barat, dan Riau. Ada 71 kabupaten/ kota yang cakupannya di bawah 50%, yang paling rendah adalah Provinsi Aceh.

Untuk meningkatkan cakupan imunisasi campak dan rubella di luar Jawa, Kemenkes meminta kepala daerah yang wilayah cakupan imunisasinya rendah untuk lebih meningkatkan lagi upaya cakupan imunisasi. Selain itu, dilakukan juga penguatan surveilan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). (iin)

Baca selanjutnya di https://id.beritasatu.com/home/pelayanan-imunisasi-terus-dilanjutkan/184421

BAGIKAN