Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Inflasi Terkendali

Oleh Tri Listiyarini dan Damiana Simanjuntak, Selasa, 30 Mei 2017 | 13:37 WIB

JAKARTA – Upaya yang dilakukan pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan pada Ramadan dan Lebaran tahun ini dinilai jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Hal itu akan berdampak pada terkendalinya inflasi pada Mei dan Juni tahun ini yang diperkirakan di kisaran 0,55% dan 0,65% atau jauh lebih rendah dari periode sama tahun lalu yang masing-masing 0,81% dan 0,86%.



Dalam APBN 2017, pemerintah mematok asumsi inflasi 4%, sedangkan Bank Indonesia (BI) memproyeksikan inflasi tahun ini sebesar 4% plus-minus 1%.



Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada April 2017 inflasi mencapai sebesar 0,09% (bulanan) karena terjaganya harga bahan pangan, yang mampu mengompensasi kenaikan tarif listrik pelanggan 900 VA dan tarif pulsa telepon. Secara tahun kalender (Januari-April) 2017 atau year to date (ytd), inflasi mencapai sebesar 1,28% (ytd), dan secara tahunan (year on year/yoy) sebesar 4,17%.



BPS juga mencatat tekanan inflasi selalu terjadi menjelang atau selama Ramadan dan Lebaran. Kelompok bahan makanan serta makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau memberikan andil paling besar terhadap inflasi dari sisi pengeluaran.



Namun, pemerintah memastikan stok bahan pangan selama Ramadan dan Lebaran tahun ini relatif aman, terutama beras, gula, minyak goreng, daging, cabai, bawang merah, dan bawang putih. Harga pun relatif stabil, dan kalaupun terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditas, seperti gula dan daging, tingkat kenaikannya tidak setinggi tahun lalu.



Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara memperkirakan, inflasi tahun ini berada di kisaran 4%. Hal itu sudah memperhitungkan dampak kenaikan tarif dasar listrik (TDL), perubahan biaya administrasi STNK, dan dampak Lebaran. Selama pemerintah bisa mengendalikan inflasi bahan pangan bergejolak (volatile food), inflasi bisa ditekan menjadi hanya 4% tahun ini.


Survei pemantauan harga pekan ketiga Mei (2017) kan 0,3-0,4%. Secara bulanannya memang meningkat tapi pemerintah terus berusaha mengendalikan dan siap menambah supply. Seperti hari ini impor daging dibuka. Jadi, begitu ada gejala harga naik, ya harus nambah supply, baik dari domestik maupun luar,” kata dia di Jakarta, kemarin.


Dia mengakui, pihaknya memang masih memperhatikan kemungkinan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) mengingat harga crude oil sempat naik walau kemudian turun.


Selama pemerintah bisa mengendalikan distribusi dan harga pangan meski BBM naik pun harusnya bisa 4%. Tapi memang pangan harus dikendalikan. Ya kalau perlu harus impor karena memang produksi kurang,” tambah dia. (yos/jn)


Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/macroeconomics/perhatikan-harga-pangan-pekan-1-3-ramadan/160810

BAGIKAN