Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Interkoneksi, Broadband dan Efisiensi Industri Sedang Dijalankan

Oleh Emanuel Kure, Senin, 25 Mei 2015 | 11:57 WIB

Sementara itu, Ketua BRTI Kalamullah Ramli mengatakan, tiga agenda utama BRTI tahun ini, yakni Interkoneksi, Broadband dan Efisiensi Industri sedang dijalankan. Ia optimistis bisa menyelesaikan tiga agenda tersebut.

 

Menurut Kalamullah, terkait interkoneksi, saat ini sedang dibahas regulasinya, sehingga bisa menghasilkan persaingan yang sehat antaroperator, dan juga pemain OTT (Over The Top). Setiap industry diharapkan bisa mendapat keuntungan, dan bagi hasil yang merata.

 

Sedangkan broadband, juga menjadi consern BRTI supaya pada 2019, semua masyarakat Indonesia bisa menikmati koneksi broadband untuk mendorong pembangunan ekonomi. Program ini juga, nantinya sejalan dengan program dari Bappenas dalam mendongkrak implementasi broadband di seluruh Tanah Air.

 

Sementara itu, terkait efisiensi industri, agenda tersebut juga menjadi target BRTI. Sebab, menurut Kalamullah, jumlah operator yang sebanyak tujuh operator dinilai tidak efisien dan menimbulkan persaingan yang tidak sehat. Oleh karena itu, BRTI siap memfasilitasi untuk membuat regulasi, terkait sharing infrastruktur, konsolidasi, maupun akusisisi antaroperator.

 

“Industri (telekomunikasi) ini harus bisa menemukan bentuk dan jumlah yang paling pas untuk bisa berkembang, dan untuk kontribusi optimal bagi negara. Karena jumlah operator kita terlalu banyak saat ini. Ada tujuh operator. Sehingga, istilahnya kuenya bayak, tetapi akan menjadi kecil hasilnya. Cuma 3-4 operator itu yang ideal. Kita akan siapkan syarat-syarat untuk merger, akuisisi dan konsolidasi,” ujar Kalamullah.

 

Lebih lanjut, Kallamulah menuturkan, posisi komisioner BRTI adalah mitra dari pemerintah (Kemkominfo). Oleh karena itu, BRTI siap memberikan usul saran dan juga membuat regulasi yang terkait kebijakan untuk mendukung Kemkominfo selaku regulator utama yang berkaitan dengan telekomunikasi.

 

“BRTI sebenarnya memberikan usul saran kepada Menteri, terkait kebijakan. Nanti Menteri menyerahkan sebagian kebijakan regulasi untuk kita putuskan, dan juga soal tanda tangan terkait regulasi yang dapat kita lakukan,” kata Kallamulah. (ID/gor)


Baca selanjutnya di

http://id.beritasatu.com/telecommunication/xl-inginkan-biaya-interkoneksi-turun/117129

BAGIKAN