Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Internet Belum Digunakan untuk Kegiatan Produktif

Sabtu, 24 Februari 2018 | 20:07 WIB
Oleh Emanuel Kure dan Abdul Muslim

JAKARTA- Pemerintah perlu terus mendorong penggunaan internet untuk kegiatan-kegiatan produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penetrasi pengguna internet di Indonesia dalam tujuh tahun terakhir melonjak 241% menjadi 143,26 juta orang atau 54,68% dari populasi. Namun, sebagian besar masih menggunakan internet untuk hiburan. Jika perilaku pengguna internet di Tanah Air tidak berubah, Indonesia sulit menjadi pusat ekonomi digital Asean pada 2020 sebagaimana ditargetkan pemerintah.

 

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Indonesia E-commerce Association (idEA) Aulia E Marinto, anggota Dewan Pembina idEA Daniel Tumiwa, dan Sekjen Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Henri Kasyfi Soemartono kepada Investor Daily secara terpisah di Jakarta, Jumat (24/2).

 

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menegaskan, pemerintah akan terus berupaya meningkatkan literasi masyarakat terhadap internet. Dengan begitu, internet akan lebih banyak digunakan untuk kegiatan-kegiatan produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

“Yang harus kami tata bukan hanya media sosialnya. Literasi juga harus ditingkatkan agar masyarakat bisa memilah dan memilih, mana informasi yang benar, yang harus diteruskan di media sosial. Juga media sosial digunakan untuk hal yang produktif,” ujar Rudiantara menjawab Investor Daily di Jakarta, kemarin.

 

Berdasarkan survei APJII yang dipublikasikan awal pekan ini, jumlah pengguna internet di Indonesia pada 2017 mencapai 143,26 juta orang dengan penetrasi 54,68% dari total populasi 262 juta jiwa. Jumlah itu meningkat sekitar 10% dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 132,7 juta jiwa.

 

Hasil survei APJII juga menyebutkan, jumlah pengguna yang mengakses layanan aplikasi percakapan (chatting) masih mendominasi dengan porsi 89,35%, disusul layanan sosial media (medsos) sebesar 87,13%, pencarian (search engine) 74,84%, membeli barang 32,19%, dan menjual barang 8,12%. Sedangkan pengunaan yang paling kecil adalah layanan perbankan (internet banking), yakni baru sekitar 7,39%.

 

Adapun dari sisi pemanfaatan internet di bidang ekonomi, sekitar 45,14% pengguna internet di Indonesia menggunakannya untuk mencari harga, 41,04% untuk membantu pekerjaan, dan 37,82% untuk informasi membeli. Selebihnya sekitar 32,19% untuk membeli secara online, 26,19% untuk mencari kerja, 17,04% untuk transaksi perbankan, dan 16,83% untuk berjualan secara online.

 

Pemerintah menargetkan seluruh wilayah Indonesia terhubung dengan internet berteknologi seluler generasi empat (4G) pada 2022. Dari total 514 kota dan kabupaten, saat ini baru 400 kota-kabupaten yang terhubung dengan internet.

 

Rampungnya proyek penggeleran kabel serat optik Palapa Ring pada awal 2019 akan menambah keterjangkauan internet di 114 kota dan kabupaten. Dengan demikian, seluruh kota-kabupaten di Indonesia bisa terjangkau internet. Sedangkan daerah-daerah terpencil yang tidak bisa dijangkau serat optik bakal dijangkau dengan satelit milik pemerintah mulai 2022. (rw/ns/az)

 

Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/masih-wajar-selama-dalam-koridor-positif/172423

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN