Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Kapitalisasi Pasar Alibaba Rp1.925 T

Sabtu, 13 September 2014 | 23:48 WIB
Oleh Iwan Subarkah dan Farid Firdaus

JAKARTA – Dengan asumsi nilai IPO Alibaba US$ 24,3 miliar atau setara Rp 287 triliun, kapitalisasi pasar perusahaan perdagangan online dari RRT itu bakal menembus US$ 162,7 miliar (Rp 1.925 triliun). Dari sisi nilai, IPO akan mencetak rekor baru terbesar sepanjang sejarah.

 

Kapitalisasi pasar Rp 1.925 triliun itu setara 38% total market cap Bursa Efek Indonesia sebesar Rp 5.117 triliun kemarin, dengan total 492 emiten. Alibaba juga bakal menjadi perusahaan teknologi informasi dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga di dunia, setelah Google senilai US$ 400 miliar dan Facebook US$ 201 miliar. Sedangkan Amazon.com memiliki market cap lebih rendah, sebesar US$ 160 miliar.

 

Penawaran umum perdana (IPO) saham Alibaba yang berkode saham BABA itu akan digelar pada 19 September 2014. Dengan harga diperkirakan US$ 60-66 per saham dan saham ditawarkan sebanyak 320,1 juta, nilai IPO Alibaba diperkirakan US$ 21,1 miliar. Namun, harga dan jumlah saham ditawarkan bisa meningkat sehingga IPO berpotensi menembus US$ 24,3 miliar, melebihi rekor terbesar IPO Agriculture Bank of China U$ 22,12 miliar pada Juni 2010.

 

Dalam surat pengajuan IPO awal bulan ini, Chairman Alibaba Jack Ma atau Ma Yun menekankan bahwa posisi konsumen adalah yang pertama, karyawan yang kedua, dan pemegang saham yang ketiga. “Saya tahu, investor yang mendengar ini untuk pertama kalinya mungkin sulit memahami. Namun, saya menjamin Alibaba akan bertahan hingga abad 22, menyempitkan kesenjangan antara Tiongkok dan dunia, serta berjuang bagi orang-orang yang menyokong pertumbuhan perusahaan sebelum IPO di AS,” ujar Ma yang mendirikan Alibaba pada 1999 di apartemennya di kota Hangzhou, Tiongkok.

 

Dengan filosofi tersebut, bisnis Alibaba terus berkembang dan menggurita. Bisnisnya mencakup portal online untuk business-to-business (B2B), jasa pembayaran, ritel online, mesin pencari belanja, dan jasa komputasi awan.

Baca selengkapnya di Investor Daily versi cetak di https://subscribe.investor.id

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN