Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Edy Tuhirman, CEO PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia. Foto: Investor Daily/EMRA

Edy Tuhirman, CEO PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia. Foto: Investor Daily/EMRA

EDY TUHIRMAN, CEO PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia

Kejarlah Mimpi dengan Segenap Hati dan Pikiran

Totok Subagyo, Senin, 8 April 2019 | 12:22 WIB

Berpikir logis dan bertindak humanis adalah karakter kuat yang melekat pada diri Edy Tuhirman. Dalam menapaki karier hingga kini menjadi Chief Executive Officer (CEO) PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia, ia senantiasa berproses dengan penalaran, usaha, dan kesungguhan.

Bagi Edy Tuhirman, apa yang dicapainya saat ini lahir dari kerja keras dan kerja cermat serta telah melewati proses yang amat panjang. Dalam terminologinya, kesuksesan adalah proses kerja keras dan kerja cermat itu sendiri.

“Sukses itu tidak ada ukurannya. Menurut saya, sukses adalah sebuah perjalanan yang harus dinikmati prosesnya, bukan hasilnya,” kata Edy Tuhirman.

Bagi Edy, apabila sudah merasa dirinya sukses, seseorang tak akan berkembang lagi. “Ia akan bertahan di titik itu saja, stagnan, tidak berkembang lagi,” tegas Edy yang sudah 25 tahun lebih malang-melintang di industri asuransi, perbankan, dan pasar modal, serta berpengalaman dalam tata kelola perusahaan nasional maupun multinasional.

Karena alasan itulah ayah dua anak ini sangat menikmati setiap proses dalam perjalanan kariernya. Pria kelahiran 1964 itu percaya setiap mimpi bisa diraih. “Mimpi harus dikejar, jangan mudah menyerah. Kejar dengan segenap hati dan pikiran,” ujar Edy yang aktif di Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) selaku Ketua, merangkap Ketua Bidang Keuangan, Pajak dan Investasi.

Kini, Edy Tuhirman berhasil membawa Generali Indonesia --bagian dari Generali Group, salah satu perusahaan asuransi terbesar di Eropa asal Italia—masuk dalam jajaran perusahaan asuransi terdepan di Tanah Air. Generali hanya membutuhkan waktu delapan tahun beroperasi untuk berhasil meraih laba pertamanya di tengah persaingan ketat perusahaan-perusahaan asuransi asing.

Apa saja kiat sukses Edy Tuhirman? Bagaimana ia menerapkan nilai-nilai kepemimpinan? Apa obsesinya mengenai industri asuransi di Tanah Air? Berikut penuturan lengkapnya kepada wartawan Investor Daily Totok Subagyo di Jakarta, pekan lalu:

Edy Tuhirman, CEO PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia. Foto: Investor Daily/EMRA
Edy Tuhirman, CEO PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia. Foto: Investor Daily/EMRA

 

Bagaimana perjalanan karier Anda sampai di posisi saat ini?

Saya sekolah di Teknik Elektro, di mana saya belajar tentang logika bahwa problem itu bisa tidak terlihat wujudnya, sehingga perlu imajinasi untuk menyelesaikannya. Ini menjadi bahan latihan otak yang baik untuk pola pikir.

Sesuai disiplin ilmu, saya mengawali karier sebagai engineer di PT Freeport Indonesia selama tiga tahun. Setelah sekolah lagi, saya kemudian kembali ke mimpi awal menjadi bankir.

Saya lulus dalam pencarian bakat yang dilakukan Citibank di kampus tahun 1991. Di perbankan, saya mulai lagi dari level paling bawah, management associate. Saya mulai tumbuh di dunia keuangan. Saya di Citibank selama lima tahun, sebelum kemudian bergabung ke Lippo Life, AIG, lalu ke Bank Danamon, ke Amex, Bank Danamon lagi. Kemudian saya dipercaya memegang kepemimpinan Generali hingga saat ini.

Kami membangun Generali mulai Januari 2009 dan saat ini sudah memiliki karyawan sekitar 400 orang, punya gedung kantor sendiri, serta beroperasi di lebih dari 40 kota dengan lebih dari 100 kantor keagenan.

Dari ranking paling bawah, sekarang Generali di ranking ke-6 di antara pemain asing di Indonesia. Bukan akhir, ini adalah perjalanan menuju tahap berikutnya.

Ada alasan idealisme atau ideologis bertahan lama di Generali?

Suasana kerja di Generali sangat kekeluargaan, dan kami mempunyai satu tujuan sama yang kami jaga terus, yakni melindungi dan meningkatkan kualitas hidup bagi banyak jiwa dan keluarga di Indonesia.

Tata kelola perusahaan juga otonom di setiap negara, di mana kebebasan itu membuat Generali Indonesia mampu berinovasi memberikan yang terbaik bagi nasabah melalui solusi-solusi yang sesuai dengan kebutuhan. Hal itulah yang membuat Generali berbeda dan bertahan di persaingan bisnis asurani jiwa Indonesia.

Anda punya gaya kepemimpinan seperti apa?

Saya menerapkan ajaran prinsip kepemimpinan dari Ki Hajar Dewantara: Ing ngarso sung tulodho, Ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani. Ajaran itu menginspirasi dan tetap relevan diterapkan di Generali Indonesia. Jika menjadi pemimpin atau berada di depan, harus menjadi teladan. Jika berada di tengah harus menjadi teman, dan jika berada di belakang harus menjadi pendorong atau motivator. Itulah prinsip kepemimpinan yang saya terapkan dan turunkan kepada seluruh karyawan.

Nilai dan budaya kerja seperti apa yang Anda terapkan?

Bisnis asuransi merupakan satu bisnis yang memegang teguh kejujuran dan berinovasi. Generali punya empat nilai, yaitu deliver on the promise, value our people, live the community, dan value be open.

Dalam deliver on the promise, kami mengikat perjanjian berbasis rasa saling percaya jangka panjang dengan seluruh pemangku kepentingan. Segala hal yang kami kerjakan selalu bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup nasabah.

Dalam value our people, kami menghargai orang-orang yang bekerja untuk kami, mendukung keberagaman, dan berinvestasi dalam pembelajaran dan pengembangan diri mereka. Kami menciptakan lingkungan kerja yang transparan, kohesif, dan terbuka.

Adapun dalam live the community, kami bangga menjadi bagian dari sebuah perusahaan global dengan relasi yang kuat, berkelanjutan, dan jangka panjang pada setiap pasar di mana kami beroperasi. Pasar adalah rumah bagi kami.

Be open adalah di mana kami memiliki rasa keingintahuan yang besar, mudah dijangkau, dan memberdayakan orang-orang dengan pola pikir yang terbuka dan beragam, serta memiliki kemauan untuk melihat dari perspektif yang berbeda.

Nilai-nilai itu tidak hanya dibicarakan, tapi harus dilakukan, istilahnya walk the talk. Itulah sebabnya, pemimpin harus bertindak dan memberikan teladan yang baik bagi kemajuan tim dan perusahaan.

Dengan nilai-nilai itu, Generali bersama karyawan mampu bertumbuh pesat, selalu terdepan menciptakan solusi bagi para nasabah. Setiap tahun, pertumbuhan dan inovasi Generali mendapatkan apresiasi yang baik dari institusi dan media massa bereputasi baik.

Obsesi Anda dan perusahaan?

Kami sudah melangkah cukup jauh. Kalau diibaratkan anak, Generali sudah memasuki masa remaja. Kami ingin menjadi remaja yang ceria, inovatif, dan bermanfaat. Sudut pandang asuransi di mata masyarakat harus kita ubah.

Kemudian, Generali menetapkan tujuan untuk menjadi pilihan bagi nasabah. Harapannya, Generali bisa masuk Top 5 di antara pemain asing. Tahun lalu profit Generali naik hampir dua kali lipat, dari Rp 76 miliar menjadi Rp 145 miliar dan aset kelolaan Generali melonjak hingga mencapai Rp 7,1 triliun.

Generali memiliki fitur inovatif yang disebut auto risks management system (ARMS). Seperti rem mobil, saat investasi unit link naik, ARMS menjaganya untuk tetap naik, namun pada saat pasar turun, ARMS mengamankan investasi ke yang lebih rendah risikonya.

Kami terus menyempurnakannya. Saat ini Generali telah menciptakan suatu fitur pengaman terhadap risiko investasi yang lebih canggih, yaitu ROBO ARMS. Fitur baru ARMS ini akan mengelola risiko investasi dengan mengubah parameter ARMS secara otomatis yang disesuaikan dengan profil risiko nasabah.

Intinya, dengan sistem ini, Generali memastikan agar investasi nasabah dapat membiayai proteksinya hingga jangka yang lebih lama, di mana konsep proteksi tersebut akan membuat orang Indonesia pada masa tuanya bisa hidup dengan nyaman dan sehat fisik maupun finansialnya.

Selain itu, dunia kedokteran sudah semakin maju, seharusnya banyak penyakit dapat disembuhkan. Masalahnya, biaya kesehatan makin mahal. Oleh karena itu, harus disiapkan sisi finansialnya.

Nah, Generali memandang penting faktor proteksi dan kesehatan dengan menghadirkan layanan terbaru Generali I-Signature yang memberikan paket DNA Journal dengan manfaat lebih bagi kesehatan melalui laporan nutrisi dan stamina sesuai karakter gen yang unik pada masing-masing orang. Layanan DNA Journal saat ini hanya berlaku untuk nasabah prioritas kami.

Gambaran Anda tentang industri asuransi ke depan?

Pertumbuhannya akan sangat pesat karena yang memiliki asuransi masih sedikit. Potensinya sangat besar, middle class Indonesia terus bertambah. Makanya, Generali tidak takut berkompetisi. Generali akan memberikan solusi berbasis inovasi digital dalam kesehatan dan layanan nasabah.

Generali juga mengambil peran untuk mengedukasi masyarakat tentang kesehatan dan perlindungan jiwa sepanjang hidupnya serta memberikan kesejahteraan untuk lebih banyak orang.

Dampak disrupsi teknologi terhadap industri asuransi?

Seiring dengan tren perkembangan teknologi, disrupsi pasti akan terjadi. Kami melihatnya menjadi tiga, yakni artificial intelligence, block chain, dan cloud. Ketiganya tentu memengaruhi banyak industri, termasuk industri asuransi.

Kami juga masuk ke situ, tapi memulainya dari internal dahulu. Karyawan dan agen dulu yang dibekali kemampuan teknologi, baru rangkaian digitalisasi terus kami kembangkan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi nasabah.

Di segi front end, misalnya, dulu orang belanja ritel ke mal, tetapi saat ini beralih ke online. Apakah asuransi akan begitu? Saya lihat, dalam jangka pendek belum. Kami tetap butuh agen, karena asuransi itu perlu tatap muka. Namun dalam jangka panjang mungkin saja disrupsi akan terjadi. Generali sedang menuju arah tersebut agar ada kemudahan, efisiensi, dan kecepatan layanan kepada nasabah. Ending-nya nasabah happy.

Contohnya, dulu surat pengajuan asuransi jiwa (SPAJ) dari Makassar ke Jakarta butuh beberapa hari. Suatu saat nanti, ketika orang beli asuransi, polisnya sudah diterima dalam beberapa jam saja.

Apa ukuran sukses menurut Anda?

Sukses itu tidak ada ukurannya, sukses itu perjalanan. Jika orang sudah merasa sukses, berarti dia sudah sampai pada titiknya, akan bertahan di titik itu saja, stagnan, tidak berkembang lagi. Maka nikmati prosesnya, bukan hasilnya.

Kiat Anda mencapai kesuksesan?

Kita harus kejar mimpi kita, tidak boleh mudah menyerah. Apapun yang kita impikan, kejar dengan segenap hati dan pikiran, dengan segala upaya, tentu upaya yang positif. Proses dalam karier ada naik, ada juga turun, ada senang dan sedih, itu normal.

Filosofi saya, kejarlah mimpimu, jangan mudah menyerah, lakukan dengan segenap hati dan pikiran.

Seberapa penting integritas bagi kesuksesan seseorang?

Value-value yang juga saya pegang adalah kejujuran, tidak berbelit dalam berbicara, dan inovatif. Di dunia asuransi dan keuangan, memiliki integritas itu sangat penting untuk membangun kepercayaan jangka panjang. Kepercayaan inilah yang menjadi satu sukses besar sebagai tujuan bersama.

Apa mimpi Anda bersama Generali yang hendak diwujudkan?

Untuk industri, saya sedang membangun ‘pipa’ dengan wakaf di ekonomi syariah. Kekayaan orang yang lebih mampu akan masuk ke pipa itu untuk kepentingan masyarakat banyak.

Ini mimpi yang perlu dikejar. Konsepnya sangat menarik. Keuntungan di asuransi syariah dibagikan kembali atau bagi hasil ke pemegang polis seperti konsep koperasi, tapi jika rugi perusahaan asuransi yang tanggung.

Indonesia adalah negara Muslim terbesar di dunia. Namun, tidak mudah membangunkan ‘orang tidur’. Ke depan jika sistem wakaf yang kami bangun ini berjalan, hasilnya akan lebih banyak masyarakat yang sejahtera dan menerima manfaat.

Pandangan Anda tentang keluarga?

Orang bilang bahwa hidup, keluarga, dan kerja harus seimbang. Bagi saya, yang paling utama adalah keluarga. Jika keluarga tenteram dan aman, itu akan jadi fondasi yang baik juga bagi perusahaan. Keluarga harus harmonis, komunikasi antara anak, bapak, dan ibu harus baik.

Bekerja harus dinikmati, jangan merasa terbebani. Dengan perasaan memiliki beban maka seolah bekerja dibatasi waktu dan pikiran. Bagi saya, pekerjaan adalah bagian dari hidup. Saya menyeimbangkan waktu antara bekerja dan berkegiatan di dalam keluarga, karena di mana pun dan kapan pun inovasi bisa terjadi.

Siapa sumber inspirasi Anda?

Semasa kecil, bapak adalah sumber inspirasi saya. Saat kuliah, ada dosen yang juga memberikan inspirasi yang luar biasa. Saya kagum dengan kesederhanaan pola pikirnya.

Memiliki inspirasi dalam hidup membuat kita lebih mudah berinovasi, menciptakan ide-ide baru, dan berpikir bagaimana membantu orang lain dengan tepat. Tentunya ini juga perlu didukung teknologi, dan keterbukaan kita untuk belajar dari banyak orang tanpa mempedulikan usia dan tingkat ekonominya.

Pesan Generali kepada wirausaha muda?

Berproseslah secara berjenjang menjadi wirausaha atau wiraswasta. Jalani proses belajar secara berjenjang dengan kesungguhan, jangan merasa hebat, langsung menjadi pengusaha. Bergabunglah ke perusahaan yang memiliki jiwa pengembangan kewirausahaan.

Di Generali kami mendorong jiwa kewirausahaan melalui empat proyek. Konsep yang kami usung adalah pengembangan digitalisasi hingga pola pikir wirausaha, mencakup pengelolaan risiko hingga pengembangan usaha dengan sumber daya terbatas. Kami hadirkan profesor sebagai pendamping mereka, baik dalam format pembelajaran kelas maupun realitas kewirausahaan di Generali. ***

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN