Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Kenaikan Peringkat Karena Sejumlah Indikator Ekonomi Membaik

Rabu, 24 Mei 2017 | 13:43 WIB

Akhir pekan lalu, S&P menaikkan peringkat utang luar negeri pemerintah RI dari BB+ menjadi BBB- dengan prospek stabil (stable), sehingga Indonesia masuk kategori layak investasi (investment grade). Kenaikan peringkat ini diberikan karena perbaikan sejumlah indikator perekonomian dan proyeksi ekonomi nasional ke depan.


S&P sebelumnya, pada 1 Juni 2016, mengafirmasi rating Indonesia di level BB+ dengan outlook positif. Dengan demikian, sudah lima lembaga pemeringkat memberikan peringkat layak investasi kepada Indonesia. Sebelumnya peringkat layak investasi diberikan Fitch Ratings (Desember 2011), Moody’s Investors Service (Januari 2012), Japan Credit Rating Agency/JCRA (Juli 2010), dan Rating & Investment (Oktober 2012).


Berdasarkan kajian S&P, penaikan peringkat utang Indonesia tersebut karena berkurangnya risiko fiskal seiring lebih realistisnya postur anggaran pemerintah. Dengan postur anggaran fiskal yang lebih realistis, potensi pelebaran defisit anggaran dapat menurun signifikan. Langkah ini juga dapat mengurangi risiko peningkatan rasio utang pemerintah dan beban pembayaran bunga.


S&P juga mengapresiasi otoritas moneter Bank Indonesia (BI) yang dinilai turut menjaga laju pertumbuhan ekonomi, dengan mengurangi dampak gejolak ekonomi dan keuangan global kepada stabilitas makroekonomi Indonesia.


Inflasi di Indonesia, menurut S&P, dapat dijaga dan sejalan dengan negara mitra dagang utama. Selain itu, independensi BI dalam menjaga pencapaian target kebijakan moneter. Penggunaan instrumen berbasis pasar dalam implementasi kebijakan moneter semakin besar, disertai penerapan fleksibilitas nilai tukar rupiah yang semakin meningkat.



Tahun ini BKPM menargetkan realisasi PMA sebesar Rp 429 triliun dari total target investasi langsung (PMA dan PMDN) sebesar Rp 678,8 triliun, naik 11% dibanding realisasi tahun silam. Realisasi PMA pada kuartal I-2017 mencapai Rp 97 triliun atau 22,6% dari target. (bersambung)


Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/macroeconomics/presiden-minta-kl-terus-perbaiki-pelayanan-investasi/160575

BAGIKAN