Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Kilas Balik Kelistrikan di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau

(gor/ant), Senin, 31 Desember 2018 | 22:38 WIB

JAKARTA- Melewati tahun yang panjang ini, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Riau dan Kepulauan Riau atau PLN UIWRKR sudah melakukan berbagai macam kegiatan membangun ekosistem kelistrikan di provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Sejumlah pencapaian pun berhasil dibukukan sepanjang 2018 ini.

“Kilas balik tersebut menjadi pengingat bagi kami bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang perlu ditingkatkan dan diselesaikan untuk masyarakat Riau dan Kepulauan Riau,” kata General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Riau dan Kepulauan Riau, M. Irwansyah Putra dalam keterangannya di Jakarta, Senin (31/12/2018).

Daerah kerja  PLN UIWRKR meliputi 2 (dua) propinsi yaitu Propinsi Riau dan Propinsi Kepulauan Riau.  Propinsi Riau sebagian dilayani dari sistem interkoneksi 150 kV Sumatera dan sebagian dilayani dari sistem isolated (sebagian besar PLTD). Beban puncak sistem intekoneksi Riau saat ini adalah sebesar 681 MW dan sistem isolated sebesar 161 MW. Sedang sistem Kepulauan Riau sebagian dilayani dengan interkoneksi  transmisi dari sistem Batam dengan beban puncak 77 MW dan sebagian dari sistem isolated PLTD dengan beban puncak 84 MW. Rasio desa berlistrik tahun 2017 sebesar 88,88 % dan target tahun 2018 desa berlistrik 1.763 desa atau Rasio desa belistrik  94,84 %.

Desa berlistrik terus bertambah

Pada tahun 2018, PLN UIWRKR memiliki target untuk melistriki seluruh desa yang berada di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Provinsi Riau memiliki target untuk melistriki 72 desa dari 212 Jumlah desa yang belum berlistrik dengan total 1859 desa yang ada. Provinsi Kepulauan Riau juga memiliki target untuk melistriki 47 desa dari 95 Jumlah desa yang belum berlistrik dengan total 416 desa.

Di penghujung Januari 2018, sebanyak 19 desa dari 6 kabupaten di Riau mendapatkan aliran listrik untuk pertama kalinya. Belasan desa itu tersebar di 6 kabupaten yakni masing-masing 1 desa di Kampar, Siak, Bengkalis, Kepulauan Meranti, 2 desa di Rokan Hulu, dan 13 desa di Indragiri Hilir.

Infrastruktur kelistrikan masih terus menjadi fokus PLN UIWRKR seperti yang diamanatkan pemerintah pusat. Hal ini tercermin dari pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) untuk daerah Isolated pada 6 Februari 2018 di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Pada 29 Mei 2018, Pulau Tiga Barat di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, yang memperoleh instalasi listrik. Ini pertama kalinya listrik PLN mengaliri Pulau Tiga Barat. Dengan menyelesaikan instalasi mesin pembangkit bertenaga Diesel dengan kapasitas 3 x 500 kW ini mampu melistriki 4 desa di Pulau Tiga Barat yang berpenduduk 1.970 jiwa dengan 523 Kepala Keluarga (versi kemendagri 2015).

Selang beberapa bulan, PLN UIWRKR menyalurkan listrik ke 24 desa di 5 kabupaten di Riau tepatnya pada 15 Mei 2018. Investasi untuk instalasi ini memberikan dampak rasio elektrifikasi desa menjadi 89,97 persen. Selanjutnya pada akhir bulan mei 2018, PLN berhasil menambah jam nyala di lima pulau besar di Kepulauan Natuna.

Bentang geografis berupa kepulauan menjadi tantangan listrik mengaliri desa-desa di Riau dan Kepulauan Riau. Namun seiring waktu PLN berhasil menyediakan kebutuhan energi warga di lokasi terpencil. Hal ini terlihat pada 24 Agustus lalu yang mana 17 desa dari 5 kabupaten di Propinsi Riau.

Pada 11 Oktober, PLN Riau menandatangani kerja sama dengan Kejaksaan untuk bidang perdata dalam pendampingan proyek ketenagalistrikan. Langkah ini ditempuh untuk mewujudkan program energi berkeadilan bagi masyarakat Riau.

Kabar baik tiba untuk warga Pulau Kasu, Pulau Kacong, dan Pulau Terong yang berada di Provinsi Kepulauan Riau, pada 11 Oktober karena PLN berhasil mengaliri listrik 24 jam di tiga pulau itu. Masih di bulan yang sama, kabar tak kalah bagus datang karena PLN UIWRKR kembali berhasil mengaliri listrik di 35 desa sehingga kian mendekatkan rasio elektrifikasi 100 persen di Riau.

Tiba di penghujung tahun, setidaknya ada empat pencapaian PLN di provinsi Riau yang cukup membanggakan. Pertama adalah rasio desa berlistrik 100% di Kabupaten Kuantan Singingi pada 20 Desember 2018. Dilanjut tanggal 22 Desember 2018 kota Dumai 100% desa berlistrik dapat dituntaskan. Serta dipenghujung tahun 2018 telah diselesaikan 100 % desa berlistrik di Kabupaten Bengkalis dan penyalaan 12 desa sehingga Rasio elektrifikasi sampai akhir tahun 2018 sebesar  95,97% dengan jumlah desa berlistrik menjadi 1.784 desa dari target 94,84 % dengan jumlah 1.763 desa.

Tak hanya itu, PLN UIWRKR juga telah menyelesaikan pekerjaan Listrik Desa di Pulau Terdepan Indonesia yaitu Kabupaten Natuna. Untuk pelaksanaan 100 % desa berlistrik telah selesai, saat ini dalam proses pelaksanaan komisioning.

Di samping itu, Provinsi Kepulauan Riau dengan geografis pulau – pulau yang tersebar dan dibutuhkan mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel untuk dinyalakan, masih menyisakan 77 desa belum berlistrik atau 81,49%. Sehingga, pada 2019 nanti pekerjaan listrik desa akan terus digesa di Kepulauan Riau. 

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, 2018 merupakan tahun yang cukup menantang bagi PLN UIWRKR. Pemenuhan hak dasar masyarakat akan energi masih menjadi fokus pekerjaan kami.

“Banyaknya pencapaian yang dapat diperoleh sepanjang tahun ini tak lepas dari peran dan dukungan berbagai pihak, khususnya dari masyarakat, stakeholders termasuk peran media. Kilas balik ini menjadi cermin semangat bagi kami agar tak kalah produktif dalam menyediakan kebutuhan listrik warga Riau dan Kepulauan Riau di tahun selanjutnya,” kata Irwansyah Putra.

Tantangan melistriki desa

Irwansyah mengakui banyak tantangan yang dihadapi PLN dalam upayanya melistriki desa-desa di Riau, dengan medan yang tidak mudah untuk dilewati menulusuri sungai-sungai yang dangkal dan melewati jalan – jalan setapak. Tidak jarang, tiang, kabel dan material listrik lainnya digotong, diangkat dan dibawa oleh Petugas PLN dan warga desa tanpa menggunakan transportasi normal. Hal ini dilakukan demi masyarakat Indonesia khususnya di Riau dapat menikmati listrik.

“Hampir semua sisa desa yang belum berlistrik terkendala pada pengiriman peralatan listrik karena harus melalui sungai dan anak-anak sungai bahkan untuk tiba dilokasi desa petugas harus gotong royong dengan warga memikul tiang-tiang listrik serta material listrik utama, hal ini dikarenakan akses jalan untuk dilewati kendaraan pengangkut material distribusi utama tidak memadai,” pungkas Irwansyah. (ral)

BAGIKAN