Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Krakatau Steel Cetak Kenaikan Penjualan 14,21%

Gora Kunjana, Senin, 29 Oktober 2018 | 22:10 WIB

JAKARTA- PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) membukukan peningkatan penjualan sebesar 14,21% menjadi 1,59 juta ton hingga September 2018, dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan tersebut mendorong pertumbuhan pendapatan perseroan sebesar 22,71% menjadi US$ 1,27 miliar.

“Pertumbuhan pendapatan bersih tersebut ditopang oleh kenaikan harga dan volume penjualan baja perseroan hingga September 2018,” kata Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dia mengatakan, peningkatan penjualan ditopang atas kenaikan penjualan baja lembaran panas sebesar 26,6% menjadi 913 ribu ton dan produk baja batangan sebesar 12,92% menjadi 216,7 ribu ton. Puncak kenaikan harga baja canai panas (hot rolled coil/HRC) yang telah terjadi sejak awal Juni 2018 sekitar US$ 740 per ton.

Selama September, perseroan mencatat harga jual rata-rata HRC naik 11,85% menjadi US$ 656 per ton dari US$ 586 per ton dari periode yang sama tahun lalu.

Dengan begitu, ker ugian perseroan dari entitas asosiasi dan adiliasi juga turun. Bagian kerugian entitas asosiasi dan afiliasi per September menjadi rugi US$ 8,22 juta, dibandingkan rugi sebelumnya mencapai US$ 37,55 juta.

“Kinerja Perseroan pada kuartal III-2018 ini kembali membaik. Rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk kembali turun secara tajam 50,19% menjadi rugi US$ 37,38 juta, dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$ 75,05 juta. Raihan ini kembali menumbuhkan optimisme di Perseroan untuk terus memperbaiki kinerjanya di masa mendatang,” ungkap Silmy.

Saat ini, Krakatau Steel juga tengah ekspansi kapasitas produksi sedang dilakukan pembangunan pabrik baja lembaran panas kedua (HSM 2). Per September 2018 perkembangan konstruksi fisiknya sudah mencapai 86,83%. HSM 2 diproyeksikan menambah kapasitas produksi baja lembaran panas sebesar 1,5 juta ton per tahun dan ditargetkan rampung pada kuartal III-2019.

Terkait pembangunan Blast Furnace, menurut dia, sudah mencapai tahap pemanasan tungku blast stove yang merupakan tahapan penting dari beroperasinya keseluruhan pabrik Blast Furnace Complex. Pabrik Blast Furnace akan melakukan produksi perdananya (First Blow In) pada Desember 2018.

Silmy mengatakan, perseroan juga memperkuar pasar di wilayah Timur pulau Jawa dengan melakukan penandatanganan perpanjangan long term supply agreement (LTSA) dengan PT Sunrise Steel. Sepanjang 2017 Perseroan menyuplai baja lembaran dingin ke PT Sunrise Steel sebesar 62 ribu ton.

Selain dengan Sunrise, perseroan melakukan nota kesepahaman bersama dengan beberapa BUMN seperti PT Barata Indonesia (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero), dan PT Boma Bisma Indra (Persero). “Kerjasama ini dilakukan untuk pengadaan produk baja dan jasa terkait lainnya,” kata Silmy. (ajg)

BAGIKAN