Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Leasing dan Keterbukaan Informasi

Oleh Said Kelana Asnawi, Selasa, 26 Mei 2015 | 09:22 WIB

Sebuah bisnis biasanya memerlukan dua komponen, yakni modal kerja dan mesin investasi. Mesin investasi, salah satunya, diperoleh dengan cara leasing atau menyewa.


Hasil kerja mesin bisa sama, baik mesin yang diperoleh dengan membeli atau menyewa,tetapi konsekuensi bisnis yang dihasilkan bisa sangat berbeda dari keputusan membeli atau leasing.


Berbagai contoh bisa disebutkan di sini: leasing armada delivery bagi bisnis yang memerlukan pesanantar; leasing pesawat bagi bisnis jasa penerbangan, leasing mesin foto copy atau percetakan, leasing mobil untuk keperluan dewan direksi (kantor). Pemanfaatan leasing tersebut dapat menunjang operasional bisnis dengan baik.


Kebaikan-Keburukan Leasing

Kebaikan leasing adalah, pertama-tama, menghemat dana, apalagi ketika kondisi keuangan sedang cekak. Dalam kondisi sedang kesulitan likuiditas, menyewa pastinya lebih murah dibanding membeli. Bukan itu saja, biaya sewa sebenarnya tidak dihitung berdasarkan nilai barang, tetapi berdasarkan nilai pakai. Misalkan saja sebuah mobil bernilai Rp 500 juta dan akan disewa untuk waktu tiga tahun, serta nilai buku mobil pada akhir tahun ketiga sebesar Rp 300 juta.


Dengan contoh ini maka basis hitungan sewa adalah sebesar Rp 200 jutaan, bukan Rp 500 juta. Biaya sewa ini biasanya juga melingkupi biaya perawatan dan asuransi, sehingga penyewa tak perlu repoty. Di Amerika Serikat, biaya sewa (mobil) juga berlaku untuk jumlah km tertentu, sehingga penyewa akan terkena pinalti jika memanfaatkan jasa mobil lebih dari km tertentu. Tentunya besaran pinalti ataupun aturan km ini dapat dinegosiasikan secara bisnis.


Keuntungan atau kelebihan lain dengan cara leasing adalah dimungkinkannya bisnis dimulai dengan modal yang lebih sedikit. Leasing investasi dapat menjadi cara yang tepat bagi pebisnis pemula, terutama karena alasan modal dan ragu/belum dapat menebak langkah investasi ke depan. Walau bukan tujuannya keluar bisnis, dengan adanya leasing maka akan mudah untuk ‘keluar’ tanpa meninggalkan besi tua.


Leasing juga menjadikan pikiran lebih fokus, karena sebagian masalah investasi sudah ditangani pihak lain. Simak iklan berikut ini: “Anda butuh armada motor, hubungi kami, pesan akan langsung kami antar, rusak tinggal tukar!” Sayangnya tidak semua alat investasi tersedia sarana leasing-nya.


Untuk alat investasi yang berkembang amat cepat (teknologinya) sangat disarankan untuk leasing saja, sekalipun memiliki dana untuk membeli. Jika investor membeli mesin tersebut, dan menyusutkannya selama 15 tahun, padahal setelah tiga tahun mesin tersebut tergolong out of date maka mesin tersebut dapat menjadi besi tua.


Termasuk dalam teknologi ini adalah tumbuhnya substitusi mesin ini. Sebagai ilustrasi, betapa cepatnya perubahan alat penyimpan data (recording) dari kaset, disket, cd, flash/hard disc.


Untuk alat investasi dengan harga sangat mahal, tentunya akan memberatkan jika kita harus membeli. Sebut saja kapal atau pesawat terbang. Biasanya alat yang sangat mahal ini, menunjukkan kinerja tinggi atau masa pakai lama. Jika cicilan membeli besarnya lima kali lipat dibandingkan dengan menyewa, maka sebuah bisnis telah dapat dijalankan dengan aktiva tetap lima kali lebih banyak dibandingkan membeli, dan tentunya hal ini dapat menjadi sebuah keunggulan.


Sementara itu, kelemahan sistem leasing, tentu saja, investor hanya sebagai penyewa, bukan pemilik dari aktiva yang dipakai. Artinya, habis kontrak waktu pakai, maka aktiva tersebut harus dikembalikan.


Walau demikian, terdapat kemungkinan untuk menjadi pemilik dari aktiva tersebut jika terdapat kesepakatan jual beli dengan lessor (perusahaan leasing) terhadap objek aktiva. Bahkan dalam kasus tertentu, investor dapat melakukan sale-lease back, yakni memiliki aktiva, menjualnya pada perusahaan leasing lalu menyewa aktiva tersebut. Manfaat dari teknik ini, tiada lain untuk meningkatkan kemampuan modal kerja, melalui selisih uang tunai yang diperoleh.


Jika masa pakai suatu mesin lama, sebaiknya mesin tersebut dibeli bukan disewa. Jika mesin dibeli maka itu akan menjamin kontinuitas produksi, karena mesin tersebut sudah menjadi milik sendiri. Memiliki mesin sendiri dapat menjadi keunggulan produksi. Jika mesin di beli, tentu saja biaya (cicilan) belinya akan lebih besar. Namun, ini sebenarnya merupakan persoalan bisnis dan dapat diselesaikan melalui lembaga keuangan. Jika mesin dibeli, maka mesin dapat disusutkan, dimana beban penyusutan ini dapat mengurangi laba (sebelum pajak) dan pada akhirnya mengurangi pajak dibayar.


Off Balance Sheet

Pada dasarnya leasing dapat berupa operating lease atau capital lease. Leasing dengan metode operating lease akan menyembunyikan baik berkenaan dengan aktiva leasing maupun kewajiban leasing. Penyembunyian ini menghasilkan kinerja perusahaan meningkat tajam. Besarnya rasio utang (leverage) akan turun dan besarnya rasio laba akan meningkat, sehingga seolah-olah perusahaan tampak lebih bagus.


Selain itu, penyembunyian kewajiban leasing ini dapat menciptakan perangkap bagi stakeholder yang tertarik (membeli) perusahaan ini, karena dapat saja kewajiban aktual jauh lebih besar dari kewajiban yang dilaporkan. Subramanyam menunjukkan perbandingan berbagai rasio jika laporan off balance sheet dan on balance sheet pada perusahaan Best Buy. Rasio lancar turun dari 1,27 menjadi 1,2; rasio utang terhadap ekuitas naik dari tajam dari 1.53 menjadi 2.50; rasio utang jangka panjang terhadap ekuitas naik tajam dari 0.21 menjadi 1.11 dan rasio kemampuan membayar bunga turun tajam dari 163 menjadi hanya 7.37!. perbandingan ini jelas menunjukkan pentingnya investor untuk me-review semua aktiva tetap jika aktiva tersebut diperoleh dengan cara leasing Untuk mendorong keterbukaan (disclosure) informasi, maka sebaiknya leasing dicatat sebagai modal atau capital lease. Dalam hal ini terdapat dua manfaat. Aktiva tetap dicatat dalam laporan keuangan, maka aktiva ini dapat disusutkan dimana beban penyusutan ini akan memberikan pengurangan pajak dibayar. Utang leasing juga akan dapat menimbulkan beban bunga/leasing dan ini juga akan memberikan manfaat penghematan pajak. Lalu apakah membeli atau leasing?


Secara keuangan pertimbangannya sebagai berikut: jika leasing, maka biasanya biaya operasi mesin ditanggung lessor, dimana manfaat bersihnya adalah setelah dikurangi pajak. Namun kekurangan kekurangannya, lessee harus membayar sewa, dimana sewa riil sebenarnya harus dikurangi penghematan pajak. Jika leasing secara operating lease maka manfaat penghematan pajak dari depresiasi dan beban bunga tidak dapat dinikmati. Lessee juga tidak diperkenankan menjual aktiva, namun kelebihannya lessee tidak harus membayar (beli) mesin. Jika kelebihan dan kekurangan ini dijumlahkan nilai sekarangnya dan diperoleh nilai positip, maka leasing layak dilakukan sebagai pengganti membeli Apakah leasing atau membeli?


Hal itu semata-mata pertimbangan bisnis. Untuk yang baru memulai bisnis, atau bermodal kerja cekak, atau khawatir terhadap perubahan teknologi yang cepat, atau harga aktiva terlalu mahal, tidak ada salahnya memanfaatkan jasa pembiayaan leasing.

BAGIKAN