Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Mahasiswa UGM Juarai Kompetisi Shell di London

(gor/ant), Jumat, 6 Juli 2018 | 13:03 WIB

JAKARTA- Tiga mahasiwa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta berhasil menjuarai kompetisi Shell melalui ajang "Shell Ideas360" di London Inggris, 5-8 Juli 2018 dengan mengusung gagasan "mobil pintar yang memanfaatkan ganggang mikro (microalgae)".

Herman Amrullah, Sholahuddin Alayyubi, dan Thya Laurencia Benedita Araujo berhasil menyisihkan empat tim finalis lainnya yang berasal dari American University of Sharjah (Uni Emirat Arab), University of Texas (Amerika Serikat), University of Bordeaux (Perancis) dan University of Melbourne (Australia).


"Kami tentunya sangat senang dapat mewakili Indonesia mengambil bagian dalam ajang ini dan menjadi juara di kompetisi mengadu gagasan inovasi bergengsi dunia," kata Ketua tim manajer "Smart Car MCS (Microalgae Cultivation Support)", Herman dalam siaran pers yang diterima Antara, Jumat.

Shell Ideas360 merupakan ajang kompetisi yang menantang bagi mahasiswa seluruh dunia untuk mengembangkan beragam ide dan gagasan dalam menghadapi tantangan global di sektor energi, pangan dan air. Kompetisi yang telah dimulai sejak 2013 ini menjadi bagian dari festival inovasi "Shell Membuat Masa Depan".

Herman mengaku keberhasilannya tidak terlepas dari dukungan serta doa banyak pihak termasuk teman-teman, orang tua, dosen pembimbing Yano Surya Pradana ST MEng dan Hanifrahmawan Sudibyo ST MEng, UGM dan masyarakat Indonesia, serta Shell.

Keberhasilan Tim UGM, ternyata tak hanya sukses merebut hati para juri melalui gagasan Smart Car MCS, namun juga berhasil mendapatkan dukungan terbanyak dalam jajak pendapat dan menjadi gagasan terfavorit pilihan publik atau Audience Choice.

Gagasan mobil pintar tim Smart Car MCS dinilai sebagai sebuah ide yang paling inovatif dalam membantu dunia di masa depan.

Suara yang didapat dalam jajak pendapat ini menyumbang 20% skor/nilai dalam penentuan pemenang hadiah utama musim ini.

Rasa bangga terhadap kemenangan tim UGM ini juga diungkap Darwin Silalahi, President Director & Country Chairman PT Shell Indonesia .


“Selamat ini merupakan hal yang sangat membanggakan, tidak hanya untuk tim dan almamaternya tetapi juga untuk bangsa Indonesia. Kami memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan kerja keras tim dalam menemukan gagasan revolusioner yang bermanfaat untuk masyarakat dunia di masa depan," ujar dia.

Gagasan Smart Car MCS berasal dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Jenna Jambeck, yang telah dipublikasikan pada Jurnal Science (www.sciencemag.org) pada Februari 2015.

Penduduk Indonesia yang tinggal di sekitar 50 KMr dari garis pantai menghasilkan 5,4 juta ton sampah plastik, menempatkan Indonesia sebagai penghasil sampah plastik nomor dua terbesar di dunia.

Keprihatinan terhadap kondisi ini serta melihat tren konsumsi energi yang terus meningkat sementara ketersediaan bahan bakar fosil semakin menipis kemudian melahirkan ide tim UGM melahirkan gagasan Smart Car MCS untuk mengkonversikan limbah plastik menjadi energi alternatif baru yang rendah emisi.


Ide tersebut diwujudkan menjadi gagasan berjudul Smart Car Microalgae Cultivation Support, yaitu ide mobil pintar yang menggunakan limbah plastik sebagai sumber energi alternatif.

"Gagasan ini lahir dari kepedulian kami melihat lingkungan di sekitar kami. Berbagai uji coba, diskusi panjang dengan tim dan para dosen dilakukan untuk melahirkan gagasan yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masa depan dunia," ujar Herman.

Smart Car MCS didesain dengan reaktor pirolisis yang dapat menampung sebanyak 2 kilogram sampah plastik. Proses pirolisis plastik adalah proses degradasi plastik menggunakan panas suhu tinggi tanpa adanya oksigen.


Sumber panas datang dari gas buang knalpot mobil yang suhunya dapat mencapai di atas 400C.

Mobil ini juga dilengkapi dengan teknologi Microalgae Cultivation Support (MCS) yang digunakan untuk mengurangi jumlah CO2 gas buang pada kendaraan.


Pengembangan Smart Car ini tidak hanya dapat memproduksi bahan bakar dan biofuel namun juga mengurangi persoalan sampah dan menciptakan lingkungan yang lebih baik. (gor)

BAGIKAN