Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Manusia dan Teknologi

Oleh Said Kelana Asnawi, Selasa, 26 April 2016 | 06:46 WIB

Ekonom pemenang Nobel (1987), Robert M Solow, lebih dari 50 tahun lalu mengemukakan teori pertumbuhan ekonomi dengan memasukkan unsur teknologi. Dia menyatakan tingkat produksi per tenaga kerja ditentukan oleh besaran teknologi yang diinjeksikan (augmented).

 

Pada saat itu, bahkan pada saat penulis menyelesaikan pendidikan S1 di awal 1990- an, masih sulit membayangkan bagaimana teknologi itu berdaya guna bagi produktivitas. Saat ini (dan mungkin prediksi ke depan) apa yang telah dinyatakan oleh Solow tampaknya menjadi nyata dan lebih nyata lagi.

 

Di pasar modal, dulu dikenal istilah lantai (floor) dimana transaksi manual dan telepon’ menjadi kesibukan utama. Saat ini transaksi jual-beli dilakukan dengan ‘klik’ dan nyaris tanpa perlu bantuan broker. Informasi dan pengetahuan dapat diperoleh dari situs resmi serta berbagai sumber terpercaya lainnya.

 

Dahulu akses ilmu-informasi sangat terbatas, sehingga seolah manusia menjadi haus kini justru sebaliknya berlimpah-ruah sehingga terpaksa harus dipilah-pilih untuk meyakinkan mana yang true information demi menyingkirkan garbage information.

 

Fungsi manusia di sini adalah menyaring demi mendapatkan informasi yang fokus dan berkualitas. Jika harga saham bergerak setiap detik dan jika pergerakan harga disebabkan oleh informasi, maka tentunya kita harus menyaring informasi mana yang menyebabkan pergerakan harga ini.

 

Gantikan Fungsi Seat

Dengan teknologi (info dibagikan dengan mudah), harga saham dan prediksinya, bisa dikerek hingga berapa, dan lain-lain, sehingga investor dapat melakukan tindakan taking profit. Boleh percaya boleh tidak. Dengan bantuan teknologi saat ini, seharusnya dan sewajarnya, stakeholder bursa dapat lebih luas lagi, dengan target besar adalah remaja yang handal memainkan ‘gadget-medsos’ agar menjadi investor sejak awal.

 

Besaran investasi pun dapat diperkecil, namun dengan pasar besar diharapkan dapat juga terjadi skala ekonomis. Sebuah bursa berjangka memberi tiga seat untuk anggota bursanya, dimana dalam perjalanannya sebagian anggotanya telah menjual sebagian seat-nya.

 

Persoalannya saat ini seat tersebut tidak diperlukan untuk melakukan transaksi, sehingga menjadi mubazir namun secara sejarah memiliki nilai uang. Teknologi telah menggantikan fungsi seat dan anggota bursa harus menyelesaikan masalah seat yang tersisa ini.

 

Pada sektor perbankan, teknologi hampir saja menggantikan seluruh proses produksi (layanannya), misalkan ATM yang dapat sepandai teller, hingga memiliki bank sendiri di rumah. Akurasi layanan yang diberikan teknologi merupakan assurance dimana hal inilah yang tak boleh ditawar. Kehancuran teknologi adalah kerugian fatal yang bisa terjadi seandainya teknologi itu dapat disalahgunakan.

 

Teknologi juga berfungsi untuk menyimpan kekayaan secara lebih aman. Tulisan bermutu anda, dapat disimpan di e-mail dan sejenisnya; sehingga jika komputer rusak tulisan itu tetap ada/dapat dipergunakan jika diperlukan. Karya itu juga dapat dibagi melalui laman, sehingga banyak yang menikmatinya melewati batas ruang dan waktu dengan murah meriah. Teknologi itu menciptakan biaya produksi lebih murah, hingga dinikmati end user.

 

Walau demikian, kita tidak akan serta merta dapat berkarya hanya karena adanya teknologi. Teknologi hanyalah alat, dan manusia yang memanfaatkannya. Jika kita hanya sebagai manusia biasa, tidak berusaha untuk menjadi extra-ordinary person di era teknologi ini maka sesungguhnya kita hanyalah seorang konsumen, penikmat hasil karya.

 

Bedanya dengan di zaman dahulu, saat ini kita bisa menikmati lebih banyak lagi, walau mungkin tetap diperlukan biaya (kecil). Berterimakasihlah pada teknologi Pada dasarnya sifat barang yang baik itu adalah menyenangkan, dimana unsur menyenangkan itu dapat berupa mudah dipakai dan atau bermanfaat. Karena unsur ini maka setiap barang akan berumur pendek; sehingga kita memerlukan lebih banyak lagi barang.

 

Untuk hal itulah diperlukan sifat kreativitas manusia, sehingga menghasilkan banyak variasi barang. Di zaman kaset dan radio maka lagu lawas berumur panjang, lantaran salah satu sebabnya adalah jarang di dengar (karena masalah teknologi). Saat ini umur sebuah grup pemusik (lagu) adalah seumuran jagung, dengan begitu banyak talenta yang berusaha memasuki pasar, sehingga ada pemusik yang mirip juga dengan judul lagu layu sebelum berkembang.

 

Untuk yang memasuki pasar kreativitas seperti ini, anda harus mengambil jalur yang berbeda, sehingga menjadi tren yang ‘jarang didengar. Anda harus mengambil ceruk pasar yang tipis, sehingga persaingan menjadi lebih rendah. Persaingan memang baik, tetapi jika terlalu ketat dapat membuat kita menjadi korban ‘kanibalisasi’.

 

Untuk saat ini dan ke depan, berbagai produksi akan dimudahkan dan tampaknya bisnis skala kecil-menengah akan sangat banyak dengan adanya teknologi. Pada dunia medsos, pembuatan grup/kelompok juga memerlukan keaktifan berbagai anggotanya demi memberikan variasi ‘barang’ yang ditawarkan.

 

Penulis mengikuti beberapa grup yakni: sahaminvestasi; alumni; rekan kerjakeluarga; hobbi; kepercayaan; dimana memberi banyak info bermanfaat, namun tetap saja harus dipilah-pilih. Khusus untuk remaja, tampaknya dibutuhkan petunjuk hidup agar tidak terseret arus informasi yang sesat. Kumpulan grup ini dapat juga menjadi lahan bisnis baru untuk penawaran produk.

 

Hal lain yang mengikuti adalah biaya mencari informasi (searching cost) menjadi lebih rendah, dimana hal ini akan mendorong deal-transaksi menjadi lebih cepat.

 

Melintasi Ruang dan Waktu

Memanfaatkan teknologi dapat membawa kita melintasi ruang dan waktu. Dengan teknologi media jadilah guru bagi banyak murid dimana saja-kapan saja, terlepas anda terikat pada institusi tertentu. Manfaatkan hal itu sebagai langkah strategis untuk mengukuhkan sebagai jati diri profesional.

 

Eksternalitas ini harus terus diperbesar, sehingga memberikan nilai ekonomis tinggi yang bermanfaat bagi masyarakat secara luas. Pemerintah juga harus mengubah paradigma dengan memanfaatkan teknologi sebagai validasi keilmuan seseorang. Pemerintah seharusnya mewajibkan setiap Profesor memiliki laman dirinya, dimana termaktup karya-karyanya yang dapat diakses secara bebas.

 

Hal ini diperlukan untuk menghormati profesor itu sendiri, agar karya/ pemikirannya dapat dinikmati masyarakat luas, sehingga bangsa Indonesia lebih tercerahkan. Profesor itu menjadi dekat kepada masyarakat, tahu bahwa kita memiliki banyak Professor dan dapat belajar dari beliau.

 

Demikian juga berbagai publik figure lainnya dapat memiliki laman yang memberikan ‘info sehat’ sehingga bermanfaat. Di sebuah medsos, beredar info tentang all Indians yang merujukkan bagaimana bangsa India menguasai pasar CEO dunia, khususnya di bidang teknologi informasi. Jika ini menjadi tantangan, maka secara bangsa kita harus melahirkan lebih banyak generasi pandai. Dan itu hanya tercapai dengan Teknologi yang mendampingi manusia. Semoga.

 

Said Kelana Asnawi, Ketua Program Studi Manajemen Kwik Kian Gie School of Business Jakarta

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN