Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK)  Ridwan

Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) Ridwan

Mark Dynamics Indonesia Raih Laba Rp 82,29 Miliar

GR, Selasa, 2 April 2019 | 07:39 WIB

DELI SERDANG – PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) pada tahun 2018 berhasil meraih laba komprehensif sebesar Rp 82,29 miliar. Pencapaian ini merupakan peningkatan 67,09% dibanding laba bersih yang diperoleh pada tahun 2017 sebesar Rp 49,25 miliar.

Pada tahun 2018 Perseroan mencatat penjualan sebesar Rp 325,47 miliar dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp 239,79 miliar, sejalan dengan keberhasilan melakukan penetrasi pasar baru, seraya mempertahankan pelanggan lama dengan terus meningkatkan kualitas hand former secara konsisten.

“Pasar yang terus meningkat mendorong tercapainya peningkatan penjualan, yang pada tahun 2018 meningkat sebesar 36% dibandingkan tahun 2017,” kata Presiden Direktur Perseroan Ridwan.

Perseroan berhasil melampaui target laba selama dua tahun berturut-turut yaitu di tahun 2017 dan tahun 2018. Di tahun 2017, Perseroan menargetkan laba sebesar Rp 32 miliar dan Perseroan berhasil mencapai laba sebesar Rp 47 miliar.

Pencapaian ini sebesar 147% dari target awal. Kemudian di tahun 2018, Perseroan menargetkan laba sebesar Rp 64,7 miliar dan berhasil mencapai Rp 82,29 miliar. Pencapaian ini sebesar 127% dari target awal Perseroan,” tambah Ridwan.

Nilai penjualan yang diraih pada tahun 2018 berasal dari penjualan hand former sebesar 6,4 juta unit atau meningkat sebesar 28% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5 juta unit. Sebagai pemain utama produksi hand former atau cetakan sarung tangan berbasis keramik, Perseroan memasarkan mayoritas produknya di pasar ekspor dengan nilai sebesar Rp 303 miliar pada tahun 2018 atau mencapai 93% dari total penjualan. Negara tujuan ekspor utama adalah Malaysia, yang diikuti dengan Thailand dan Vietnam.

Peningkatan penjualan ini diiringi dengan efisiensi di seluruh unit kerja, salah satunya dengan menurunkan tingkat biaya overhead.  Hal ini memberi kontribusi pada naiknya marjin laba kotor menjadi sebesar 55%, dengan nilai laba kotor pada tahun 2018 sebesar Rp 145 miliar, meningkat sebesar 61% dibandingkan Rp 90 miliar pada tahun 2017.

Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK)  Ridwan
Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) Ridwan

Keberhasilan menjaga tingkat biaya yang rendah ini juga terlihat pada pencapaian laba sebelum pajak pada akhir tahun 2018 sebesar Rp 111 miliar dengan marjin laba sebesar 34%. Ridwan menyatakan nilai laba sebelum pajak yang diraih meningkat sebesar 68% dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp 64 miliar.

“Penjualan kami yang menggunakan denominasi Dolar AS juga berhasil mendorong pencapaian laba sebelum pajak, dimana kami mencatat tercapainya pendapatan selisih kurs pada tahun 2018 sebesar Rp 1,417 miliar, dibandingkan tahun 2017 yang mencatat rugi selisih kurs sebesar Rp 0,995 miliar,“ ujar Ridwan.

Total Aset Meningkat 40%

Pertumbuhan kinerja operasional pada tahun buku 2018 sejalan dengan peningkatan kinerja keuangan, dengan tercatat Total Aset sebesar Rp 318,080 miliar, yang lebih besar 40% dibandingkan posisi 31 Desember 2017 sebesar Rp 227,600 miliar.

Peningkatan posisi Total Liabilitas tercatat sebesar 32% menjadi Rp 80,342 miliar pada tahun 2018 dibandingkan dengan Rp 60,756 miliar pada tahun 2017. Sementara pada posisi Ekuitas per 31 Desember 2018, tercatat peningkatan sebesar 42% menjadi Rp 237,738 miliar dibandingkan posisi 31 Desember 2017.  

Pada sisi lain Perseroan terus berupaya meningkatkan nilai Perseroan di mata para pemangku kepentingan, salah satunya melalui pelaksanaan pemecahan nominal saham (stock split). Aksi korporasi ini dilakukan dengan rasio satu banding lima, dimana nilai nominal saham Perseroan berubah dari Rp 100 per saham menjadi Rp 20 per saham.

Dengan tujuan memperluas jumlah investor dan meningkatkan likuiditas perdagangan, saham baru hasil pemecahan saham ini efektif diperdagangkan per tanggal 11 Februari 2019.  

 

Sumber: PR

BAGIKAN