Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Medali Pertama Indonesia di Olimpiade Seoul 1988

Jumat, 19 Agustus 2016 | 15:29 WIB
Oleh Rio F Winto

Indonesia kali pertama ikut Olimpiade Helsinki, 1952. Untuk kali pertama, Indonesia berpartisipasi dalam turnamen olahraga terbesar di dunia ini. Bertempat di Helnsinki, Finlandia, Indonesia mengirimkan tiga orang atlet yang berasal dari cabang atletik, renang, dan angkat besi. Olimpiade Helsinki diikuti oleh 4.925 atlet dari 69 negara peserta.


Lalu, Indonesia kali pertama kali mendapat medali pada Olimpiade Seoul 1988 oleh Lilies Handayani, Nurfitriyana Saiman, dan Kusuma Wardhani. Namun medali tersebut baru sebatas medali perak.


Sedangkan medali emas pertama baru diraih pada Olimpiade Barcelona 1992 oleh Alan Budi Kusuma dan Susi Susanti. Keduanya merupakan atlet bulutangkis dan menjadi tonggak awal kejayaan bulutangkis Indonesia dalam ajang Olimpiade.


Dari cabang olahraga bulu tangkis, Indonesia membawa pulang 2 medali emas, 2 medali perak, dan satu medali perunggu. Alan Budikusuma memberikan emas bagi Indonesia setelah mengalahkan pebulu tangkis Indonesia lainnya, Ardy Wiranata dalam final nomor tunggal putra.


Sementara itu, pebulu tangkis putri yang kini menjadi istrinya, Susi Susanti, juga berhasil memboyong emas. Satu perak lainnya diberikan pasangan ganda putra Eddy Hartono/Rudy Gunawan, dan perunggu diperoleh dari atlet nomor tunggal putra, Hermawan Susanto.


Keberhasilan Alan dan Susi menyabet medali emas pertama Indonesia di Olimpiade kemudian diikuti atlet bulutangkis Indonesia di masa depan. Tercatat ganda putra Rexy Mainaky dan Ricky Subagja juga merebut emas di Olimpiade Atlanta 1996. Selanjutnya pasangan Tony Gunawan dan Candra Wijaya di Olimpiade Sydney 2000, Taufik Hidayat di Olimpiade Athena 2004, dan terakhir pasangan Hendra Setiawan dan Markis Kido meraihnya di Olimpiade Beijing 2008.


Praktis olahraga bulutangkis menjadi cabang yang paling diandalkan Indonesia setiap kali mengikuti Olimpiade. Selain bulutangkis, cabang angkat besi turut menyumbang medali dalam Olimpiade Sydney 2000. Penyelenggaraan Olimpiade Sydney 2000 menjadi puncak dari kesuksesan olahraga angkat besi Indonesia.


Untuk kali pertama, Indonesia berhasil membawa pulang medali untuk cabang olahraga tersebut. Adalah tiga orang atlet putri di cabang angkat besi yang berhasil mengharumkan nama bangsa. Raema Lisa Rumbewas berhasil mendapatkan medali perak untuk nomor 48 kilogram.


Sementara Sri Indriyani dan Winarni Binti Slamet berhasil mendapatkan medali perunggu masing-masing untuk nomor 48 kilogram dan 53 kilogram. Dalam Olimpiade 2012 di London, dua lifter Indonesia Triyatno dan Eko Yuli Irawan menyelamatkan wajah kontingen Merah Putih lewat satu perak dan satu perunggu.


Dalam Olimpiade Rio De Janeiro 2016, giliran dua perak dipersembahkan Sri Wahyuni Agustian ipada nomor angkat besi 48 kg putri dan Eko Yuli pada nomor 62 kg putra. Atlet sepeda BMX, Toni Syarifudin menjadi wakil Indonesia terakhir yang masih berjuang di Rio 2016. (*)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN