Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pendiri Lippo Group Mochtar Riady (tengah) berjabat tangan dengan Ketua Yayasan Wakaf Paramadina Hendro Martowardoyo (kedua dari kiri) disaksikan CEO PT Lippo Karawaci Tbk John Riady (kiri), Rektor Universitas Paramadina Firmanzah (kanan) dan Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristek Dikti Muhammad Dimyati (kedua dari kanan) usai menandatangani Kerja Sama Pendirian Masjid dan Universitas Paramadina yang akan dibangun di Meikarta Lippo Cikarang, Rabu (27/3/2019). Masjid dan Universitas Paramadina akan dibangun di lahan seluas 10.000 meter persegi di Meikarta Lippo Cikarang guna menambah fasilitas pendidikan dan sarana ibadah di Meikarta, Lippo Cikarang. Foto: Investor Daily/EMRAL

Pendiri Lippo Group Mochtar Riady (tengah) berjabat tangan dengan Ketua Yayasan Wakaf Paramadina Hendro Martowardoyo (kedua dari kiri) disaksikan CEO PT Lippo Karawaci Tbk John Riady (kiri), Rektor Universitas Paramadina Firmanzah (kanan) dan Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristek Dikti Muhammad Dimyati (kedua dari kanan) usai menandatangani Kerja Sama Pendirian Masjid dan Universitas Paramadina yang akan dibangun di Meikarta Lippo Cikarang, Rabu (27/3/2019). Masjid dan Universitas Paramadina akan dibangun di lahan seluas 10.000 meter persegi di Meikarta Lippo Cikarang guna menambah fasilitas pendidikan dan sarana ibadah di Meikarta, Lippo Cikarang. Foto: Investor Daily/EMRAL

Meikarta Hadirkan Universitas Paramadina

Edo Rusyanto/B1, Sabtu, 30 Maret 2019 | 01:52 WIB

JAKARTA - Universitas Paramadina segera hadir di Meikarta, kawasan Lippo Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Perguruan tinggi swasta yang berdiri sejak 1998 ini mulai beroperasi melakukan proses belajar mengajar pada 2021. Bersamaan dengan itu, Yayasan Wakaf Paramadina yang menaungi perguruan tinggi ini juga akan membangun masjid.

Meresmikan rencana tersebut, Yayasan Wakaf Paramadina bersama PT Lippo Karawaci Tbk melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman dalam acara bertajuk “Future Paramadina Mosque and Campus” di Kampus Paramadina, Jakarta, Rabu (27/3).

Acara ini dihadiri antara lain, Founder Lippo Group Mochtar Riady, Chief Executive Officer (CEO) PT Lippo Karawaci Tbk John Riady, Presiden Komisaris Lippo Group Theo L Sambuaga, dan Rektor Universitas Paramadina Prof Firmanzah.

Selain itu, Ketua Yayasan Wakaf Paramadina Hendro Martowardojo dan Dirjen Riset dan Pengembangan Kemristekdikti Muhammad Dimyati.

Bagi Grup Lippo, dukungan terhadap Paramadina sejalan dengan visi perusahaan untuk melayani masyarakat dan membangun bangsa, termasuk di bidang pendidikan. Grup Lippo telah membangun berbagai lembaga pendidikan dari tingkat dasar hingga universitas, yang tersebar di berbagai daerah. Berbagai lembaga pendidikan tersebut dikembangkan dengan mengedepankan prinsip keterbukaan, kemajemukan, dan juga pendekatan ilmu teknologi.

“Dukungan Lippo kepada Yayasan Wakaf Paramadina merupakan realisasi dari visi kami untuk melayani masyarakat dan membangun bangsa. Pada kesempatan ini, Lippo berkontribusi bagi kemajuan pendidikan di Indonesia,” kata Dr Mochtar Riady.

Dia menambahkan, pendidikan tidak hanya tugas pemerintah, melainkan kewajiban semua warga negara. Sebagai warga negara Indonesia, Mochtar mengaku bangga dan bahagia turut mengambil bagian dalam pengembangan pendidikan di Tanah Air, termasuk dipercaya ikut berpartisipasi dalam mengembangkan Universitas Paramadina.

Mochtar berharap, kerja sama dengan Paramadina tidak sebatas penandatanganan nota kesepahaman, tetapi terus berpartisipasi dalam pembangunan lembaga pendidikan di kawasan Lippo Cikarang.

“Saya ucapkan selamat kepada Universitas Paramadina. Semoga semakin berarti bagi bangsa Indonesia dan cahaya bagi manusia,” kata Mochtar.

Masjid dan kampus baru Universitas Paramadina yang nantinya didirikan di atas lahan sebesar 10.000 meter persegi (m2) memiliki berbagai fasilitas lainnya yaitu pusat pembelajaran, perpustakaan, laboratorium praktik, pusat kegiatan kemahasiswaan, fasilitas olahraga, dan kantin. Rencana pembangunan kampus baru akan diawali dengan pembangunan masjid Madinat Al Umran, diikuti dengan pembangunan pusat pembelajaran dan kegiatan mahasiswa.

Proses pencarian dan penetapan kampus baru telah diupayakan selama 10 tahun, yang akhirnya terwujud melalui penandatanganan kerja sama, Rabu (27/3).

Beroperasi 2021

Sementara itu, Hendro Martowardojo berharap pembangunan masjid dan kampus baru Universitas Parama dina ini dapat segera dimulai, sehingga siap beroperasi pada tahun akademik periode Agustus 2021. Desain pembangunan sedang dikerjakan dan proses pengajuan izin pembangunan telah mulai dilakukan.

Investasi proyek pembangunan dilakukan oleh Yayasan Wakaf Paramadina di atas lahan yang nantinya akan diwakafkan oleh keluarga Dr. Mochtar Riady, pendiri Grup Lippo. Yayasan Wakaf Paramadina memberikan kesempatan kepada masyarakat luas yang peduli atas visi Paramadina untuk berpartisipasi dalam pembangunan kampus baru ini.

Menurut John Riady, dengan adanya kampus ini, akan memperkuat aspek pendidikan dan memperkaya dinamika komunitas di dalam kawasan Lippo Karawaci. “Kami sangat bangga mendapatkan kesempatan ini untuk menjadi bagian dari visi Paramadina untuk Indonesia,” kata John.  

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA