Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Membaca Kinerja Saham

Oleh Said Kelana Asnawi, Selasa, 6 Mei 2014 | 01:45 WIB

Laba sering diidentikkan dengan kas. Hal ini tidak sepenuhnya benar. Laba-rugi adalah catatan pembukuan, baik untuk penerimaan dan beban atau biaya. Baik penerimaan maupun beban dapat berbentuk kas (uang tunai) maupun nonkas.

Penyebab perbedaan laba dan kas adalah pemakaian prinsip pengakuan (akrual) dalam laporan keuangan. Berkenaan dengan penerimaan dan beban ini, ada prinsip: diakui, layak diakui. Penjualan secara tunai dan kredit adalah sama, begitu juga beban tunai atau berupa utang dagang.

Prinsip kehati-hatian pengakuan berkenaan dengan unsur apakah layak diakui, besaran serta waktu pengakuan. Pengelolaan terhadap layak diakui, bersaran serta waktu pengakuan, itulah sumber dari pengelolaan laba (earning management) dan dalam tahapan kriminal berubah menjadi fraud.

Contohnya, biaya asuransi sebesar Rp12 juta per tahun, namun baru terpakai tiga bulan. Seharusnya, biaya asuransi Rp 12 juta per tahun, diakui tiga bulan, dicatat sebesar Rp 3 juta dan diakui pada tahun ini. Contoh ini juga menunjukkan pengeluaran kas sebesar Rp 12 juta, namun beban asuransi diakui hanya Rp 3 juta. Kas tidak sama dengan laba (dalam hal ini biaya).


Baca selengkapnya di Investor Daily versi cetak di http://www.investor.co.id/pages/investordailyku/paidsubscription.php

BAGIKAN