Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Mengenal Derivatif Opsi

Oleh Said Kelana Asnawi, Selasa, 20 Mei 2014 | 07:33 WIB

Derivatif adalah instrumen keuangan yang akan bernilai jika harga aset yang mendasari transaksi (underlying asset) ini berubah. Dengan demikian nilai dari derivatatif tergantung dari perubahan harga aset yang mendasarinya. Jika harga aset sebuah perusahaan misalnya berubah, maka derivatif ini dapat bernilai.

Derivatif digunakan oleh manajemen investasi atau manajemen portofolio, perusahaan dan lembaga keuangan serta investor perorangan untuk mengelola posisi yang mereka miliki terhadap risiko dari pergerakan harga saham dan komoditas, suku bunga.

Secara umum, terdapat dua jenis derivatif, yakni opsi dan futures/forward. Tulisan ini hanya menjelaskan tentang opsi. Opsi adalah pilihan yang menunjukkan hak. Hak ini diberikan bagi pembeli/pemegang opsi (holder). Hak yang dimiliki oleh holder dapat berupa hak beli (call) atau hak jual (put).

Jadi, holder opsi call berarti investor memiliki hak beli terhadap aset per usahaan tertentu pada waktu tertentu, atau ketika jatuh tempo. Hak beli ini pada harga yang ditentukan dikenal sebagai harga ekskusi (exercise/strike price). Jadi, jika dikatakan opsi call dengan srike price sebesar Rp 5000 atas saham sebuah perusahaan, itu artinya holder memiliki hak beli pada harga Rp 5000 atas saham tersebut.


Baca selengkapnya di Investor Daily versi cetak di http://www.investor.co.id/pages/investordailyku/paidsubscription.php

BAGIKAN