Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Mengoptimalkan Manfaat Penjamin Simpanan

Oleh Said Kelana Asnawi, Selasa, 26 Agustus 2014 | 05:09 WIB

Penjaminan simpanan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada hakekatnya merupakan asuransi (deposit insurance). Dengan adanya asuransi atau penjaminan ini, penabung merasa tenteram, tidak khawatir kehilangan dananya. Sebagaimana asuransi, pihak tertanggung wajib membayar premi, dalam hal ini, premi dibayarkan oleh bank.

Saat ini, LPS menerapkan premi sebesar 0,1% dari tabungan untuk seluruh bank. Perbankan juga dikenakan batasan atas (ceiling price) suku bunga yang diperkenankan untuk deposan sebesar 10,25%. Sementara itu, untuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan untuk bank umum sebesar 7,75% untuk rupiah dan 1,5% untuk valuta asing atau valas. Bila bank melanggar ketentuan batasan atas ini maka tabungan tersebut tidak dijamin.

Hal ini sangat penting, baik bagi bank maupun LPS. Bagi bank, batasan ini menghalangi bank untuk mengambil risiko berlebih atau jorjoran menaikkan suku bunga demi menarik kreditor. Selanjutnya, bank akan menyalurkan pada kredit/debitor yang lebih berisiko, dan dapat berdampak turunnya kesehatan bank. Jika bank sakit (collapse), maka LPS akan menanggungnya.

Perlu diingat, secara konsep, musuh utama dari asuransi adalah perilaku moral hazard dari tertanggung. Tertanggung cenderung mengabaikan prinsip kehati-hatian, karena telah mengikuti asuransi.

Baca selengkapnya di Investor Daily versi cetak di http://www.investor.co.id/pages/investordailyku/paidsubscription.php

BAGIKAN