Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Menjaga Spirit Pantang Menyerah

Selasa, 14 Juli 2015 | 23:30 WIB
Oleh Thresa Sandra Desfika (redaksi@investor.id)

Spirit pantang menyerah menjadi filosofi hidup yang dipegang Direktur Komersial PT Citilink Indonesia Hans Nugroho. Dia pun selalu berlatih setiap saat agar terus konsisten mempunyai spirit tersebut.


Ada banyak cara untuk melatih spirit pantang menyerah. Tapi Hans memilih menempa spirit tersebut melalui salah satu aktivitas yang digemarinya, yakni fitnes. Menurutnya, olah raga tersebut tidak hanya mampu membentuk raga, tetapi juga bisa melatih jiwa.


“Sekian tahun, saya sangat merasakan bagaimana perlunya mengatasi stres dan terus mendayung menghadapi tantangan. Ternyata, pada saat saya fitnes itu ada seperti nafas-nafas terakhir atau last mile. Nah, pada saat-saat itulah, kita bisa melatih diri kita supaya tidak mudah menyerah,” ujar Hans saat ditemui Investor Daily di Jakarta, Senin (13/7).


Hans menjelaskan, semangat pantang menyerah sangat membantunya dalam menjalani langkah karirnya hingga sekarang. Ia menceritakan bahwa pencapaian profesionalnya itu tidaklah didapatkannya semudah membalikkan telapak tangan.


“Kita itu tidak mungkin bisa mengetahui semua hal, sehingga kadang-kadang muncul pemikiran mudah menyerah. Nah, dengan melatih diri untuk terus berjuang, kita bisa menghadapi kendala-kendala yang ada. Baik itu menjadi pengusaha maupun karyawan, penting untuk tidak mudah menyerah,” imbuh Hans yang rutin menjalankan fitnes dua hari sekali.


Selain fitnes, Hans juga ternyata secara konsisten berolahraga golf. Namun demikian, ia menjelaskan, untuk yang satu ini, dia lebih memanfaatkannya sebagai sarana sosial. “Saya golf mungkin dua minggu sekali. Saya manfaatkan olahraga ini untuk bertemu kolega-kolega saya yang tidak bisa saya temui di hari-hari biasa,” terangnya.


Tantangan yang Menyenangkan

Dengan spirit pantang menyerah itulah, Hans mampu melewati berbagai tantangan mejadi sesuatu yang menyenangkan. Hans mengungkapkan, dia sebelumnya tidak pernah berpikir untuk terjun di industri penerbangan.


Tetapi, oleh karena adanya tantangan baru, dia pun lalu berkecimpung di industri ini sejak tiga tahunan silam bersama Citilink. Setelah merasakan segala seluk beluknya industri penerbangan, Hans mengaku bahwa industri ini adalah bidang yang menyenangkan.


“Yang menariknya di sini, kita harus mulai bekerja bagaimana melakukan pemikiran yang out of the box, khususnya dilihat dari sisi niaga atau komersialnya,” ucap dia.


Kendati demikian, ia melanjutkan, industri ini juga merupakan lini yang ketat atas regulasi karena menjunjung tinggi aspek keselamatan. Hans menggambarkan, industri penerbangan itu seperti matematika-nya ilmu pengetahuan. “Karena kalau belajar matematika, artinya eksak ya inilah industrinya. Industri penerbangan adalah yang tidak bisa dikompromi dari segi safety, ataupun jadwal penerbangannya, hingga hal-hal lainnya. Itu semua tidak bisa ditawar-tawar lagi,” tukas Hans yang juga pernah berkecimpung di industri otomotif dan multimedia.


Hans menceritakan, sisi menarik lainnya dari industri penerbangan adalah berhasil membuka dirinya atas dunia digital. Pasalnya, sebelum Hans berkecimpung di industri ini, dia bertipe konvensional yang kurang melirik strategi marketing melalui peran dunia digital.


“Harus saya akui pada awalnya, saya tidak terlalu digital minded. Tapi setelah melalui pengalaman, pertumbuhan digital itu luar biasa. Penetrasi marketing melalui digital itu sangat cepat dan cost-nya berlipat-lipat jauh lebih murah, dan langsung kepada target marketnya,” jelas dia. (*)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN