Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Mgr Robertus Rubiyatmoko Ditahbiskan sebagai Uskup Semarang

(gor/ant), Sabtu, 20 Mei 2017 | 02:29 WIB

SEMARANG – Monsinyur (Mgr) Robertus Rubiyatmoko Pr, pada Jumat (19/5) secara resmi ditahbiskan sebagai Uskup Agung Semarang berkedudukan di Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

 

Prosesi pentahbisan yang dipimpin Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo berlangsung secara hikmad di Lapangan Bhayangkara Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Jawa Tengah, disaksikan sekitar 15 ribu umat katolik dari 100 paroki, dan 37 uskup dari berbagai daerah di Tanah Air.

 

Sebagai pendamping Uskup Bandung, Mgr Antonius Subianto Bunyamin OSC dan Uskup Malang, Mgr Henricus Pidyarto Gunawan Ocarm.

 

Mgr Rober tus Rubiyatmoko yang akrab disapa Romo Rubi mengaku, pengutusan itu diterimanya setelah lama berdoa dan menimbang-nimbang di hadapan Tuhan Yesus yang tersalib dan bersemayam dalam Tabernakel.

 

“Saya merasa dikuatkan untuk menyerah dan berpasrah pada kehendak Allah. Tuhan, kalau memang Engkau menghendaki menjadi gembala umatMu, buatlah hambaMu berserah pada kehendakMu. Berilah hambaMu ini kebijaksanaan, kerendahan hati, dan semangat untuk melayani demi keselamatan kawananMu,” kata Romo Rubi.

 

Di sisi lain, Romo Rubi mengaku terus mencari , mengenali maksud dan kehendak Tuhan atas kepercayaan yang diberikan Paus Fransiskus kepadanya untuk memimpin Keuskupan Agung Semarang. Pada 18 Maret 2017 lalu, Sri Paus menetapkan Romo Rubi sebagai pemimpin Keuskupan Agung Semarang, setelah mengalami kekosongan sejak Mgr Johannes Pujasumarta meninggal pada 10 November 2015.

 

”Saya hanya bisa berucap syukur kepada Tuhan yang telah berkenan memilih hambaNya yang tidak pantas ini, yang penuh kekurangan dan kerapuhan ini untuk dijadikan alatNya. Hanya kesediaan dan kesanggupan untuk menjadi alatNya inilah yang dapat saya persembahkan kepada Tuhan,” kata Romo Rubi.

 

Dia mengatakan, Allah telah berkarya dengan menggunakannya agar menjadi alat Tuhan yang secara khusus terlibat dalam karya penyelamatan.

 

“ Saya siap untuk membantunya, mencari dan menyelamatkan kawanan atau umatNya, khususnya mereka yang tersesat dan hilang, baik yang ada dalam lingkup Gereja Katolik, maupun di tengah-tengah masyarakat pada umumnya,” katanya.

 

Mengutip pengalaman Zakeus dan keluarganya yang bersuka cita karena dijumpai dan diselamatkan oleh Tuhan Yesus, sebagaimana tertulis dalam Injil Lukas. 19:1-10, Romo Rubi mengatakan kisah itu telah menjadi inspirasi baginya untuk menentukan arah pengembalaan Keuskupan Agung Semarang.

 

“Sebagaimana Yesus datang untuk mencari dan menyelamatkan, kita juga terpanggil untuk terlibat dalam karya pencarian dan penyelamatan. Bukan hanya umat katolik saja yang harus dicari dan diselamatkan. Namun, siapa pun mereka itu. (nov)

BAGIKAN