Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Miliki 7 Lini Bisnis dan 7 Perusahaan Terbuka

Sabtu, 23 September 2017 | 10:34 WIB

Berawal dari bisnis otomotif, Astra kini memiliki tujuh lini bisnis dan tujuh perusahaan terbuka. Pertama adalah lini bisnis otomotif dengan memproduksi sejumlah merek mobil terkenal dunia, yakni Toyota, Daihatsu, Isuzu, BMW, dan Peugeut. Astra juga memproduksi sepeda motor merek Honda. Divisi otomotif pun mencakup produksi komponen di bawah PT Astra Otoparts Tbk.

 

Divisi kedua, kata Vice President Corporate Communication Astra International Yulian Warman, adalah divisi jasa keuangan. Divisi keuangan mencakup perbankan, asuransi, dan multifinance. Astra antara lain memiliki PT Bank Permata Tbk, Astratel, Federal International Finance, dan Astra Sedaya.

 

Ketiga, divisi alat berat yang mencakup penambangan batubara, kontraktor penambangan, dan energi, yakni PLTU di Tanjung Jati Jepara, kerja sama dengan Sumitomo. Keempat, divisi agribisnis, antara lain PT Astra Argo Lestari. Kelima, infrastruktur dan logistik. Keenam, IT dan document solution dan ketujuh, properti.

 

Di lini bisnis properti, Astra antara lain membangun dan mengoperasikan Menara Astra dan Astra Modern Land. Lini bisnis otomotif masih mengontribusi 40% dari total pendapatan Astra. Namun, jika digabungkan dengan divisi alat berat dan divisi keuangan yang berkaitan dengan otomotif kontribusinya mencapai 60%. Untuk menyalurkan CSR, Astra kini memiliki sembilan yayasan.

 

Grup Astra kini memiliki 213 perusahaan yang tersebar di tujuh lini bisnis dan menyerap tenaga kerja secara langsung hingga 215 ribu. Ditambah perusahaan komponen, pemasok bahan baku, dan penjual, jumlah tenaga kerja yang terserap di atas satu juta orang.

 

Dari 213 perusahaan Astra, tujuh di antaranya sudah menjadi perusahaan terbuka, yaitu PT Astra International Tbk (ASII), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Acset Indonusa Tbk (ACST), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Astra Graphia Tbk (ASGR), PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), dan PT Bank Permata Tbk (BNLI). PT Astra International Tbk saat ini masuk top 10 emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar.

 

Pada perdagangan kemarin, emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan sandi saham ASII itu ada di peringkat ke-6 dengan market cap Rp 314,76 triliun atau 4,9% dari total market cap perusahaan tercatat di BEI senilai Rp 6.484 triliun.

 

Secara keseluruhan, tujuh perusahaan di bawah grup Astra, termasuk Astra International, saat ini memiliki market cap senilai total Rp 493,98 triliun, naik 4,38% secara tahun berjalan (year to date/ytd) atau dibanding akhir Desember 2016 sebesar Rp 473,25 triliun. (dka/az)

 

Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/marketandcorporatenews/saham-astra-masih-prospektif/165592

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN