Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Nelyan Muara Angke Gelar Sedekah Bumi Nadran

25 KORBAN KAPAL TENGGELAM DIRAWAT DI PHC, Senin, 14 Desember 2015 | 03:48 WIB

JAKARTA-Suasana di Muara Angke Minggu, (13/12/2015) tiba-tiba berubah dari biasanya. Kawasan perkampungan nelayan dan pasar ikan di ujung utara Jakarta itu dipenuhi ribuan keluarga nelayan untuk memperingati upacara sedekah bumi yang lebih dikenal dengan sebutan Nadran. 

 

Kegiatan Pesta Laut Nelayan Tradisional Kali Adem Muara Angke ini, mendapat sambutan meriah dari masyarakat setempat. Itu terlihat dari rona bahagia dan kemeriahan acara yang dikemas dengan apik oleh panitia penyelenggara.

 

“Nadran adalah upacara tradisi nelayan di pesisir utara Pulau Jawa. Penyelenggaraannya dilakukan setahun sekali, terutama menjelang saat datangnya musim yang baik bagi nelayan untuk melaut mencari ikan,” kata Haji Carman, Ketua Panitia Pesta Laut Nelayan Tradisional Kali Adem Muara Angke.

 

Ia menambahkan, “Upacara intinya adalah sedekah bumi yang berupa melarung kepala kerbau dan sesajian dari aneka makanan yang disiapkan segenap warga nelayan untuk dibawa ke tengah laut yang di antar oleh ratusan kapal diringi nelayan beserta keluarga mereka.”

 

Berbagai spanduk dan umbul-umbul terlihat memenuhi setiap sudut kawasan perkampungan nelayan Muara Angke, yang membuat kesan meriah acara sangat terasa. Begitu juga dengan sederet rangkaian acara yang telah di persiapkan oleh panita untuk menghibur warga nelayan setempat, seperti, pertunjukan wayang, debus, sandiwara rakyat, bazaar dan sederet kegiatan yang lainnya.

 

“Dalam Nadran kali ini, kami sengaja mengisi berbagai rangkaian kegiatan acara untuk memberi hiburan bagi masyarakat dan wisatawan yang menyaksikan. Untuk itu, kegiatan ini sengaja kami gelar selama dua hari, yang telah di mulai dari Sabtu, (12/12/2015) kemarin,” kata Haji Carman.

  

Nadran yang dilaksanakan di Muara Angke, sama dengan yang biasa dilakukan  oleh nelayan di Indramayu, Jawa Barat. “Kebanyakan nelayan di sini memang berasal dari Indramayu. Dengan melaksanakan Nadran, merupakan bentuk syukur kami atas pemberian Tuhan selama ini. Tentunya kami berharap, pada musim selanjutnya  kami diberikan keselamatan dalam melaut dan dapat memperoleh tangkapan yang lebih banyak lagi,” kata Haji Warnita, salah seorang tokoh nelayan Muara Angke.

 

Ia menambahkan, Nadran kami lakukan dalam suasana penuh kegembiraan. Setelah sesepuh memanjatkan doa, kemudian melepas (melarung) sesajian dan kepala kerbau ke tengah laut yang di ikuti oleh ratusan kapal nelayan, warga berhamburan ke dalam laut untuk berebut sesajian. Kami meyakini, siapa yang mendapatkan sesajian itu, maka akan banyak kebaikan yang diperoleh pada musim selanjutnya,”.

 

Menurut pengakuan warga setempat, Nadran yang mereka lakukan kali ini jauh lebih meriah bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Pada Nadran kali ini, kami mendapat dukungan dari Pluit City. Kami sangat berterima kasih sekali atas kepedulian yang telah diberikan pada kami, sehingga acara Nadran dapat dilaksanakan dengan meriah dalam rangka merawat tradisini kami,” kata Ratno warga Muara Angke, yang juga menjadi  salah satu panitia pada kegiatan tersebut.

 

Hal itu diakui oleh Pramono, AVP PR & General Affair PT. Muara Wisesa Samudera (MWS)-Pluit City. “Benar, kami ikut berpartisipasi dalam Pesta Laut yang diselenggarakan oleh warga nelayan disini. Tradisi yang dilakukan oleh nelayan dalam bentuk Nadran, merupakan budaya yang perlu dirawat. Dukungan yang kami berikan merupakan bentuk hubungan baik antara kami dan warga nelayan Muara Angke, yang telah terbina selama ini,”

 

Dalam sambutannya, H. Noer Indradjaja, Wakil Direktur Utama Agung Podomoro Land, mengatakan, “Kami sangat menghargai tradisi yang telah dilakukan oleh para nelayan selama ini. Kekuatan budaya merupakan ke arifan lokal yang perlu dijaga secara terus menerus. Kegiatan semacam ini perlu kita dukung bersama, makanya tidak mengherankan jika banyak dari keluarga Pluit City ikut hadir dalam memeriahkan kegiatan Nadran oleh warga nelayan Muara Angke,”

 

Pada sisi lain, Noer mengungkapkan bahwa pesan yang terkandung dalam Nadran adalah suatu keserasian maupun keseimbangan hubungan antara manusia, alam dan Sang Maha Kuasa. “Hal ini sama dengan nilai yang menjiwai Agung Podomoro Land, yaitu Harmoni, di mana setiap karya kami mestilah dirancang untuk membangun harmoni antara manusia yang mengisi dan beraktivitas di dalamnya dengan lingkungan sekeliling,” demikian kata Noer.

 

Tampak turut hadir dalam kesempatan tersebut adalah pejabat pemerintahan Jakarta dan Jakarta Utara, maupun dari TNI utamanya TNI AL beserta kepolisian teruama satuan polisi air. (*/hrb)

 

Sumber : ANTARA

BAGIKAN