Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Pemangkasan Anggaran untuk Menjaga Defisit Anggaran

Oleh Yosi Winosa dan Tri Murti, Jumat, 5 Agustus 2016 | 20:58 WIB

Sementara itu, Lana Soelistianingsih mengatakan, di tengah kondisi perlambatan ekonomi seperti saat ini dan target penerimaan pajak kemungkinan meleset, mau tidak mau pemerintah harus memangkas anggaran guna menjaga defisit anggaran.

 

“Saya kira setelah pemangkasan anggaran yang Rp 133 triliun, nantinya pemangkasan anggaran masih berpotensi dilakukan lagi,” kata dia.

 

Baik Lana maupun Firdaus mengungkapkan, dengan target penerimaan pajak yang terlalu tinggi di tengah kondisi perlambatan ekonomi seperti saat ini, pemerintah mau tidak mau harus mengimbangi dengan pemangkasan anggaran guna menjaga defisit anggaran.

 

Keduanya juga sepakat pemangkasan anggaran dinilai lebih tepat ketimbang pemerintah harus memperlebar defisit anggaran, karena utang bisa menjadi beban ke depannya.

 

“Jadi, saya kira defisit anggaran harus tetap dijaga di bawah 3% terhadap PDB, saya kira terlalu berisiko jika itu sampai dilanggar,” kata Firdaus.

 

Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP), realisasi penerimaan pajak pada 2014 dan pada 2015 tidak mencapai target, masing-masing Rp 100 triliun dan Rp 248,9 triliun di bawah target akibat penurunan harga komoditas dan perdagangan. (rw/ks/jn)

 

Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/pangkas-pos-kurang-produktif-dan-non-multiplier-effect/147751

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA