Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengacara kantor Hukum LSS Lonna Yohanes Lengkong SH,MH

Pengacara kantor Hukum LSS Lonna Yohanes Lengkong SH,MH

Pembajak Mobil Tanki BBM Bisa Kena Pasal Pidana

Euis Rita Hartati, Selasa, 19 Maret 2019 | 19:33 WIB

JAKARTA- Tindakan mengambil alih dari orang yang berhak dan menguasai secara tanpa izin truk pengangkut Bahan Bakar Minyak Milik Pertamina adalah tindakan yang dapat dikualifikasikan sebagai dugaan Tindak Pidana Pencurian menurut Pasal 362 KUHP yang diancam pidana maksimal 5 tahun penjara.

Demikian disampaikan Pengacara kantor Hukum LSS Lonna YohanesLengkong SH,MH, terkait adanya dua mobil tangki bbm milik Pertamina yang dibajak pada senin pagi 18 Marst 2019 ketika akan mendistribusikan BBM ke wilayah Tangerang. Pelaku diduga mantan sopir tangki BBM yang kemudian membawa mobil tersebut ke monas untuk dijadikan alat demo ke istana presiden

“Atau apabila ada dugaan dilakukan dengan menggunakan ancaman kekerasan atau ancaman kekerasan maka dapat dikualifikasikan pencurian dengan kekerasan sebagaimana diatur dalam Pasal 365 KUHP yang diancamkan pidana penjara maksimal 9 tahun,” katanya di Jakarta, Selasa (19/3).

Lebih lanjut Lonna mengatakan apabila di kemudian hari berdasarkan hasil penyidikan didapati ada kemungkinan supir truk terlibat dengan menyerahkan secara sukarela truk tersebut kepada para terduga pelaku pengambilalihan dan penguasaan tanpa izin, maka tindakan supir menyerahkan secara sukarela kepada si terduga pelaku tersebut juga terancam pidana yang dikualifikasikan sebagai Tindak Pidana Penggelapan yang diatur dalam Pasal 372 KUHP,, dengan ancaman pidana paling lama 4 tahun penjara. Serta bisa juga di juncto-kan dengan ketentuan Pasal 55 -56 KUHP tentang Penyertaan dan Pembantuan dalam Tindak Pidana” .

Untuk itu, katanya, menjadi tugas kepolisian untuk mengusut tindakan pengambilalihan dan penguasaan secara tanpa melawan hukum dalam proses penyidikan untuk mencari tahu siapa-siapa terduga pelakunya dan dengan apa saja alat-alat buktinya sesuai ketentuan KUHAP

“Tindakan pengambilalihan dan /atau menguasai truk milik Pertamina tersebut yang digunakan dalam penyampaian pendapat sebenarnya tidak diperkenankan, karena mengingat pemakaian truk pengangkut BBM mempunyai standar prosedur penanganan dan keselamatan khusus selama pemakaian,” tambah Lonna Lengkong lagi.

Meskipun truk tersebut kosong, bisa saja jika tidak ditangani sesuai prosedur keamanan kemungkinan bisa terbakar atau meledak, sehingga mengakibatkan dampak yang lebih parah dan bisa memakan korban. (*)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN