Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Pemerintah Siapkan Insentif Relokasi Industri

Minggu, 15 Juli 2018 | 00:22 WIB
Oleh Triyan Pangastuti

JAKARTA- Pemerintah berkomitmen memperbaiki neraca perdagangan guna memperbaiki defisit transaksi berjalan. Langkah itu ditempuh dengan memperbaiki sektor- sektor yang mempunyai potensi besar untuk memperbesar ekspor.


Beberapa kebijakan yang sedang dipertimbangkan adalah pemberian insentif bagi relokasi industri ke daerah dengan upah rendah serta kemudahan sertifikasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) untuk eksportir mebel atau produk kayu.


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, pemerintah mendukung perusahaan swasta untuk merelokasi industri ke daerah dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) lebih rendah, agar kegiatan sektor industri lebih efesien dan efektif.


“Relokasi banyak dilakukan oleh industri garmen maupun sepatu, dari daerah yang UMP-nya tinggi ke daerah dengan upah rendah. Menteri Perindustrian mengusulkan ada dukungan untuk mempermudah relokasi itu,” ujar dia dalam rapat di kantor Kementerian Perekonomian di Jakarta, Jumat (13/7).


Darmin mengatakan, inisiatif relokasi pabrik ini dicetuskan oleh perusahaan swasta. Pemerintah nantinya akan memberikan dukungan dalam rangka penyediaan maupun penggantian berbagai jenis mesin yang dibutuhkan oleh perusahaan.


“Kalau mesin-mesinnya sudah tua, pemerintah akan membantu restrukturisasinya dengan yang lebih baik agar lebih produktif. Kita sedang evaluasi insentifnya,” kata Darmin. (bersambung)


Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/tradeandservices/insentif-svlk/177783

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN