Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Pemkot Semarang Wujudkan Perlindungan Anak

Gora Kunjana, Jumat, 21 Desember 2018 | 11:25 WIB

SEMARANG- Pemerintah Kota Semarang menggandeng Yayasan Kesejahteraan Keluarga Soegijapranata (YKKS)-Mitra ChildFund Indonesia, dan Forpajas (Forum Peduli Anak Jalanan Kota Semarang yang terdiri dari Yayasan Setara,Yayasan Emas Indonesia, Yayasan Is Shofa, Rumah Pintar Bangjo PKBI Jawa Tengah, Komunitas Sahabat Kota, Yayasan Anantaka dan YKKS) menggelar seminar, Selasa (18/12) di Taman Budaya Raden Saleh Semarang.

Seminar dengan tema “Melalui kelurahan, bangunlah jiwanya, bangunlah raganya” ini menghadirkan narasumber antara lain Paulus Mujiran S.Sos, MSi, Samuel Victor Repi, dan Drs Bambang Teguh Murtiyono, MM mewakili Pemerintah Kota Semarang.

Seminar digelar di Taman Budaya Raden Saleh Semarang dihadiri 200-an peserta terdiri dari Kasi Kesos Kecamatan dan Kelurahan sekota Semarang, aktivis JPPA dan LSM Peduli Anak Kota Semarang.

Dalam uraian pengantarnya Yuli Sulistyanto dari Yayasan Setara sebagai moderator mengajak dan mendorong semua pihak untuk membentuk ekosistem yang baik untuk anak.

Mendorong kebijakan desa dan peran keluarga, komunitas dalam pembangunan karakter anak serta menjadi pelindung bagi anak-anak dalam berbagai risiko/ ancaman sehingga tercipta lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.

Paulus Mujiran menambahkan, lingkungan sosial merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak untuk dapat melakukan sesuatu tindakan serta perubahan-perubahan perilaku setiap anak.

“Lingkungan sosial yang kita kenal antara lain lingkungan keluarga, lingkungan teman sebaya, dan lingkungan tetangga. Keluarga merupakan lingkungan sosial yang pertamakali dikenal oleh anak sejak lahir. Setelah anak semakin dewasa maka lingkungan tetangga dan desa akan menjadi laboratorium individu dalam pembentukan karakter anak tersebut”, tandas Paulus yang juga Direktur YKKS Semarang.

Sementara Bambang TM menyatakan, terlepas dari keluarga, kehidupan desa juga memiliki kontribusi dalam membentuk kepribadian dan karakter anak karena dari balita hingga menuju dewasa anak berada dalam lingkungan sosial dimana mereka tinggal.

“Tentu pengaruh lingkungan, terutama lingkungan sosial secara terbuka tidak hanya berupa hal-hal yang positif saja, melainkan juga meliputi efek yang negatif. Efek negatif yang timbul akibat pengaruh lingkungan sosial salah satunya adalah kepribadian yang tidak selaras atau menyimpang dari lingkungan sosial dalam bentuk kenakalan remaja, kejahatan, rendahnya rasa tanggungjawab, dan lain sebagainya yang dapat dilakukan oleh masing-masing individu. Oleh karena itu Kota Semarang mendorong terwujudnya Kota Layak Anak, Kecamatan Layak Anak dan Kelurahan/Kampung Ramah Anak”, tandas Bambang.

Bambang juga menegaskan Kota Semarang termasuk berprestasi karena penilaian KLA mendapat predikat Madya, sedangkan anugerah parahita ekapraya (APE) juga mendapat predikat Madya. Dalam penilaian Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) Bumi Rejo Kota Semarang mendapat predikat bersertifikasi tanpa perbaikan. Itu semua wujud komitmen Kota Semarang mewujudkan upaya perlindungan anak.

Samuel Victor Repi yang merupakan aktivis anak jalanan mengatakan, di Kota Semarang sendiri, dari beberapa fakta yang didapati telah menemukan bahwa terjadinya kenakalan anak, anak turun kejalan, anak mengkonsumsi obat obatan terlarang dan minuman keras karena berawal dari lingkungan kelurahan yang baik keluarga, masyarakat dan aparat desa belum memperdulikan ekosistem yang sehat untuk anak.

Dengan situasi demikian, peran keluarga, komunitas, aparat desa harus melakukan langkah langkah yang strategis dalam pembentukan ekosistem yang baik untuk tumbuh kembang anak. Sehingga dapat mendukung RAN (Rencana Aksi Nasional) Perlindungan Anak 2015-2019 Menguatkan aspek pencegahan, deteksi dini, dan perlindungan sosial”. Kebijakan lainnya untuk mendukung upaya diatas adalah adanya Kebijakan dan program Kota/Kabupaten Layak Anak, serta Sekolah Ramah Anak. (ts)

BAGIKAN